Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana relokasi SMPN 1 Wates, Kulonprogo ke gedung barunya masih belum terwujud. Pembangunan yang dimulai 2018 silam tersebut sampai sekarang tak kunjung rampung akibat kasus korupsi hingga pembiayaannya mandeg karena pandemi Covid-19.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulonprogo masih terus berproses membangun gedung baru tersebut yang berjarak hanya sekitar 1,5 kilometer dari gedung yang masih digunakan sekarang.
BACA JUGA: Kunjungan Study Tour ke Jogja Belum Signifikan Meski Musim Libur Sekolah, Ini Penyebabnya
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, SD, dan SMP Dikpora Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti mengungkapkan, penyebab pembangunannya lama sampai bertahun-tahun dipengaruhi sejumlah faktor. "Karena keterbatasan APBD sehingga pembangunannya bertahap dan dulu sempat tertunda karena pandemi selama 2 tahun sehingga pembangunannya off," katanya, Senin (23/6/2025).
Faktor lainnya, lanjut dia, pembangunan gedung tersebuf tertunda karena pandemi selama 2021 hingga 2022 karena kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.
Menurutnya, tahap pertama dimulai 2018 dengan pembangunan struktur gedung kantor bagian depan. Selanjutnya pada 2019 pembangunan dilanjutkan dengan struktur ruang kelas. Di tahun 2025 ini pembangunan SMPN 1 Wates memasuki tahap kelima dengan pagu anggaran Rp4,8 miliar. Saat ini masih proses lelang.
"Anggarannya semua dari APBD belum ada dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan gedung baru SMPN 1 Wates," sambungnya.
Kuncoroyakti menjelaskan, pengajuan DAK diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak. Sedangkan SMPN 1 Wates ini bukan gedung rusak melainkan relokasi atau dipindahkan ke gedung baru. "Jadi prioritas pengusulan DAKnya berbeda dan DAK pendidikan mulai tahun ini ada perbedaan perubahan kebijakan di pusat," ucapnya.
BACA JUGA: SPMB SMP Kota Jogja, Berkas Pendaftaran Jalur Domisili Banyak yang Kurang Lengkap
Menurutnya, pembangunan SMPN 1 Wates ditahun ketujuh ini diperuntukan untuk penyempurnaan ruang kelas dan halaman. Diperkirakan pada 2026 nanti proses pengerjaan bangunan baru SMPN 1 Wates masih dilakukan penataan lingkungannya.
"Paling cepat diharapkan memang 2026 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dipindahkan ke gedung baru. Rencana tahun depan, apakah di tahun ajaran baru atau di akhir semester nanti melihat kesiapan lokasi dan sekolah," tuturnya.
Kuncoroyakti mengakui, paling realistis relokasi KBM ke gedung baru SMPN 1 Wates di akhir semester ganjil. Sebab karena proyek diperkirakan sampai di triwulan keempat. Otomatis paling memungkinkan, Desember 2026 nanti baru bisa ada mobilisasi relokasi.
"Melihat kesiapan lokasi juga target Desember 2026 sudah bisa ada mobilisasi," jelasnya.
Kasus Korupsi
Proses pembanguna gedung baru SMPN 1 Wates ini juga sempat tersandung masalah hukum tindak pidana korupsi beberapa tahun lalu. Pejabat di Dikpora kala itu Jujur Santoso ditetapkan sebagai tersangka hingga menjadi terdakwa dan menjalani proses masa pidana.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Wates, Sugeng Widadi tidak dapat membeberkan banyak terkait relokasi tersebut. Sebab karena pembangunan gedung baru menjadi wewenang Dikpora Kulonprogo. Namun, ketika disinggung mengenai harapannya kapan bisa direlokasi dia menginginkan secepatnya. "Kalau harapannya sih secepatnya bisa direlokasi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Aston Villa menjalani latihan di GBK jelang menghadapi Indonesia All Stars. John McGinn, Alejandro Garnacho, dan Joao Gomes ikut berlatih.
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.
Orang tua korban Little Aresha Daycare meminta Presiden Prabowo mengawal penanganan kasus dan mendorong pengusutan pihak struktural.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.