Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Pekerja melakukan penebangan pohon di area proyek pelebaran jalan dari gerbang gapura batas Kota Bantul sampai pertigaan Cepit Selasa (14/6/2025)/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Proyek pelebaran Jalan Bantul dari gerbang gapura batas Kota Bantul sampai Simpang Tiga Cepit dimulai awal pekan ini. Pengerjaan penataan itu dimulai dari sisi sebelah barat jalan kemudian akan berlanjut ke sisi sebelah timur.
BACA JUGA: Skema Lalu Lintas di Proyek Batas Kota Bantul-Pertigaan Cepit
Penanggung jawab proyek, Zainal Mutaqim menyampaikan, pada tahap awal pekerjaan meliputi penebangan pohon dan pemindahan utilitas dari PLN dan Telkom yang berada di jalur pelebaran.
"Pelebaran dimulai dari titik nol di sisi selatan gapura hingga Simpang Tiga Cepit sepanjang 1 kilometer. Kami awali dari sisi barat dulu, tapi bisa bersamaan dengan sisi timur karena waktu pengerjaan terbatas hingga Desember," ujar Zainal, Selasa (24/6/2025).
Dijelaskannya, berdasarkan perencanaan pengerjaan jalur eksisting akan diperlebar masing-masing 7,65 meter ke arah barat dan timur, dengan total lebar mencapai sekitar 16 meter. Nantinya, median jalan akan dilengkapi pot tanaman dan pohon perindang. Di sisi timur juga akan dipasang saluran drainase (u-ditch).
Untuk tahap pembersihan area, khususnya penebangan pohon, diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan.
“Jumlah pohon yang akan ditebang ada 84 batang, dengan diameter bervariasi, bahkan ada yang sampai 1 meter. Karena pohonnya besar dan rimbun, proses ini cukup menyita waktu,” ungkapnya.
Terkait pemindahan utilitas, Zainal menegaskan hal itu dilakukan langsung oleh pihak penyedia layanan. “Kabel listrik dan telekomunikasi tetap akan berada di atas, tidak ditanam bawah tanah, sama seperti proyek di sisi selatan,” tambahnya.
Pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung akan menerapkan sistem buka-tutup jalan secara bergantian. Rekayasa ini telah dikoordinasikan dengan Polres Bantul, Polsek Bantul, serta Polsek Sewon.
“Ini menyangkut dua kapanewon dan tiga Polsek, termasuk koordinasi ke Polda. Safety tetap yang utama,” ujarnya.
Proyek ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan menunjang mobilitas masyarakat serta konektivitas antarwilayah di Bantul. Selain itu, penataan tersebut juga menjadi penyeragaman gerbang muka Bumi Projotamansari dengan konsep yang serupa di Jalan Jenderal Sudirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.