Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Salah satu kendaraan yang digunakan pendemo ketika hendak menuju ke kantor Gubernur DIY, Rabu (25/6/2025). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan penambang rakyat di Sungai Progo mendatangi kompleks Kepatihan, Rabu (25/6/2025). Penambang pasir yang tergabung dalam Perkumpulan Penambang Progo Sejahtera (PPPS) ini minta agar diperbolehkan kembali beroperasi, setelah tiga bulan tak bekerja.
Para penambang datang dengan menumpang tiga truk dan dua unit bus. Tidak hanya berorasi, mereka juga menampilkan pentas seni tari di pinggir jalan. Perwakilan penambang juga masuk kantor Kepatihan untuk beraudiensi dengan jajaran Pemda DIY.
Ketua PPPS, Agung Mulyono, menjelaskan dari audiensi tersebut, belum ditemukan kesepakatan. “Kami kecewa karena belum ada jawaban pasti. Tapi besok siang sudah diagendakan ada peninjauan ke titik lokasi tambang,” ujarnya.
Adapun tuntutan para penambang yakni dipermudah perizinan dan diperbolehkan menambang. Ia mengaku sudah tidak menambang selama tiga sampai empat bulan terakhir. “Karena waktu izin masih berjalan tetap tidak boleh menambang,” katanya.
Tidak diperbolehkannya para penambang beroperasi karena mereka menggunakan pompa mekanik. “Sebelumnya kami pakai pompa mekanik. Tidak diperbolehkan karena kelebihan PK, untuk menyedot pasir kami menggunakan mesin berkekuatan 25 PK,” ungkapnya.
Saat ini di Sungai Progo tidak ada aktivitas penambangan sama sekali. Para penambang diminta menunggu hingga terbitnya Rancangan Perda (Raperda) tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu, dan Batuan. “Kami juga berharap raperda ini nantinya diizinkan untuk penggunaan pompa mekanik. Kami mengusulkan untuk itu. Kami selalu diundang oleh Komisi C [DPRD DIY] dalam pembahasan raperda ini,” kata dia.
BACA JUGA: Demo Sopir Truk di Wonosari Gunungkidul Soal Kebijakan Angkutan ODOL, Begini Tuntutannya
Di Sungai Progo terdapat 28 titik tambang rakyat, yang di setiap titik terdapat sekitar 30-75 pekerja tambang. “Jadi itu untuk menghidupi keluarga sudah sangat banyak. Misalkan sekeluarga empat orang, satu titik bisa menghidupi 300 orang,” katanya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh penambang rakyat tidak merusak lingkungan. Agung merupakan warga di sekitar Sungai Progo. “Dari dulu saya menambang tidak pernah ada tanah longsor. Kami bekerja paling banyak memperoleh empat rit dalam sehari,” ungkapnya.
Penjabat Sekda DIY, Aria Nugrahadi, menuturkan dari audiensi ini diputuskan untuk dilaksanakan kunjungan ke lokasi tambang pada Kamis (26/6/2025). “Bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Sudah disepakati, nanti kami akan laksanakan dialog di sana,” katanya.
Dalam pertambangan rakyat ada regulasi yang mengatur, baik terkait zona penambangan maupun metode penambangan. “Besok akan dicari titik temunya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia