Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Ilustrasi kedelai./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung Juli-Agustus mendatang, petani di wilayah Dlingo, Bantul mulai mengubah strategi budidaya mereka.
Salah satu petani setempat, Wasto Nurhadi, mengungkapkan bahwa banyak petani kini memilih menanam tanaman yang tahan kekeringan seperti kacang hijau, koro, tolo, hingga benguk.
“Teman-teman petani masih membaca situasi. Biasanya di musim tanam ketiga (MT3), kami menanam tanaman yang tahan cuaca kering. Benguk dan kacang-kacangan jadi andalan,” ujar Wasto, Rabu (25/6/2025).
BACA JUGA: Konsumsi Ikan Masyarakat Bantul Naik, Capai 32,2 Kg per Kapita di 2024
Langkah ini diambil sebagai antisipasi atas kemungkinan berkurangnya curah hujan dan sulitnya akses air di sejumlah wilayah non-irigasi. Menurut Wasto, meski ribuan pompa air telah dibagikan oleh pemerintah, manfaatnya tetap bergantung pada ketersediaan sumber air di lokasi.
“Pompa memang sudah ada, tapi percuma kalau sumber airnya tidak ada. Sumur-sumur di sini dalam, dan hanya beberapa tempat yang ada sumber air seperti Kali Oyo,” ungkapnya.
Selain memilih tanaman tahan kering, petani juga mengandalkan varietas padi berumur pendek seperti M70 untuk memaksimalkan panen sebelum kemarau semakin panjang. Di beberapa lokasi yang masih memiliki pasokan air cukup, jagung juga menjadi alternatif.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo memastikan bahwa kawasan pertanian wilayahnya secara umum aman dari ancaman kekeringan. Hal ini didukung oleh distribusi lebih dari 4.000 unit mesin pompa air sejak 2022 ke seluruh kapanewon.
“Insyaallah Bantul untuk kemarau aman, karena hanya beberapa kapanewon yang terdampak seperti Dlingo, Imogiri, sebagian Piyungan, dan Pajangan,” kata Joko.
Ia juga mendorong petani untuk memilih komoditas berumur pendek yang hemat air, khususnya pada masa tanam ketiga (MT3) yang telah dimulai Juni ini.
Meski memasuki musim kemarau, Joko optimistis panen padi tetap berlangsung normal. Bahkan, panen raya diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2025. “Ini kemarau basah, jadi padi tidak terlalu terdampak,” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p