El Nino Ancam Bantul! BPBD Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Tumpukan sampah di pasar Bantul, Minggu (29/6/2025)/ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Kondisi sampah di area Pasar Bantul, kabupaten Bantul, tidak tertangani dengan baik. Alhasil tumpukan sampah terlihat menggunung.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Minta Semua Kalurahan Bikin Jugangan
Eko Petugas Kebersihan Pasar Bantul, mengatakan, penumpukan sampah sudah berlangsung sejak tahun 2024. Ia menyebut proses pengangkutan sampah tidak dilakukan secara konsisten, sehingga volume sampah makin bertambah dan meluber hingga ke luar area depo dalam pasar.
Menurut Eko, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya mengangkut sampah sekali dalam sepekan, dan itu pun hanya menggunakan satu unit truk.
"Depo bagian dalam sudah dari Agustus (2024). Ini kalau yg di dalam kosong, tidak mungkin sampah tertumpuk seperti ini, berhubung sampah yang di dalam belum keambil jadi tumpukannya sampai ke luar sini," ujarnya kepada Harianjogja.com pada Minggu (29/6).
"Ini terakhir diangkut Kamis lalu (12/6)," tambahnya.
Akibat dari kondisi ini, para pedagang pun ikut terkena dampaknya. Handono salah satu pedagang di Pasar Bantul, mengaku terganggu dengan bau sampah yang menyengat. Letak warungnya yang hanya dipisahkan oleh jalan dari tumpukan sampah membuat pengunjung enggan makan di tempatnya. Ia juga menyatakan kondisi tersebut memengaruhi penghasilannya secara signifikan.
"Penghasilan berkurang, separuh lah dari biasanya. Sebab pembeli mau makan juga enggak enak, kan," keluhnya.
"Kalau bisa diangkut, biar semua pada nyaman. Bukan hanya aku, pedagang lain juga merasakan," lanjutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan jawatannya sedang mengupayakan langkah evakuasi sampah dari pasar tersebut.
"Kita upayakan evakuasi sampah ke TPA Piyungan atau ITF Karbonasi Bawuran. Sekarang masih dikoordinasikan," jelas Bambang.
Ia menyampaikan DLH menaruh perhatian terhadap keluhan dari petugas kebersihan maupun para pedagang terkait kondisi ini.
"Kita memberikan atensi untuk bisa menyelesaikan sampah pasar termasuk juga di Pasar Bantul. Harapan kami Pasar Bantul bisa menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam pengelolaan sampahnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.