Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memutuskan menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun ini. kepastian ini tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2025.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, sudah ada rencana pembahasan dengan DPRD berkaitan dengan APBD Perubahan 2025. Sesuai dengan prosedur, pembahasan diawali dengan membahas KUA-PPAS Perubahan bersama dengan DPRD Gunungkidul.
Ia tidak menampik didalam pembahasan rencana anggaran sementara ini terdapat perubahan target PAD di 2025. Seperti yang tertuang dalam APBD 2025, pendapatan daerah yang ingin diraih sebesar Rp303,5 miliar, namun ada usulan menurunkan target menjadi Rp300,1 miliar.
“Memang ada sedikit penurunan PAD Gunungkidul didalam rencana pembahasan APBD Perubahan 2025,” kata Putro, Senin (30/6/2025).
Dia menjelaskan, alasan untuk menurunkan target PAD dikarenakan sejumlah faktor. Salah satunya melihat kondisi perekonomian yang lesu saat ini diperkirakan berdampak terhadap potensi pendapatan di daerah.
BACA JUGA: Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Diserang Ubur-Ubur
Selain itu, adanya kebijakan pemberian diskon pada pelanggan listrik juga ikut memberikan pengaruh. “Sudah kaji dengan matang dan penurunan juga sudah dibahas bersama dengan DPRD Gunungkidul,” katanya.
Putro menambahkan, pembahasan KUA-PPAS Perubaha 2025 telah selesai. Adapun prosesnya dilanjutkan penyusunan draf Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2025 di desk. Setelah proses ini selesai, draf rancangan akan diserahkan ke DPRD Gunungkidul untuk pembahasan.
“Jadi masih proses. Yang jelas, sudah ada kesamaan visi terkait dengan penurunan PAD di pembahasan APBD Perubahan 2025,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2025 telah selesai. Ia tidak menampik didalam pembahasan ada penurunan target PAD di Kabupaten Gunungkidul.
Menurut dia, pihak eksekutif meminta PAD turun Rp8 miliar, dari Rp301 menjadi Rp293 miliar. Meski demikian, usulan ini ditolak oleh anggota Badan Anggaran DPRD Gunungkidul.
“Kami tidak sepakat penurunan dengan besaran itu karena masih banyak potensi yang bisa digali sehingga PAD masih dapat dioptimalkan,” katanya.
Hanya saja, sambung Ery, setelah dilakukan pembahasan secara mendetail akhirnya disepakati ada penurunan sedikit untuk target PAD di 2025. “Awalnya kami minta agar target sama dengan 2024, sebesar Rp301 miliar. Tapi, kesepakatannya PAD di tahun ini dipatok sebesar Rp300 miliar,” kata politikus Golkar ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Justin Hubner mencetak gol bunuh diri saat Fortuna Sittard menang 3-2 atas Groningen pada pekan ke-4 Liga Belanda 2026/2027.
DPRD Bantul meminta calon pengelola Kawasan Industri Piyungan memiliki rekam jejak jelas dan perjanjian kerja sama yang tegas agar tak kembali mangkrak.
Trans Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp500. Simak daftar rute, tarif reguler, pembayaran, dan syarat tarif khusus.
Jadwal SIM Kulonprogo 29 Agustus 2026 tersedia di Satpas, MPP, hingga layanan malam. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.