Sering Mengorok pada Orang Obesitas Bisa Jadi Tanda OSA
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Foto ilustrasi pertanian. Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul melanjutkan program pemasangan elektrifikasi pertanian guna mengoperasikan alat mesin pertanian di 101 titik lahan di 2025.
"Selain dengan mekanisasi pertanian, kita sempurnakan juga dengan elektrifikasi, jadi kita akan melanjutkan pemasangan listrik di area sawah kita," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, DIY, Minggu (6/7/2025).
Menurut dia, pemasangan elektrifikasi pertanian sebelumnya pernah direalisasikan pada areal lahan pasir wilayah selatan, kemudian rencananya pada triwulan tiga 2025, pemerintah kabupaten akan memasang di 101 titik tersebar di berbagai lahan pertanian.
"Yang lahan pasir sudah [elektrifikasi], yang masih ada kekurangan nanti kita sempurnakan, kemudian lahan pertanian tembakau nanti di triwulan tiga ini kita akan memasang di 101 titik," katanya.
Menurut dia, elektrifikasi pertanian atau memanfaatkan listrik dalam kegiatan budi daya pertanian bertujuan untuk mengganti mesin-mesin diesel yang lebih boros bahan bakar minyak (BBM), selain itu juga agar kegiatan tanam lebih efektif dan efisien.
"Jadi, agar ini nanti biaya produksinya bisa terus kita tekan, pasarnya jelas, harganya jelas asal biaya produksi bisa terus kita tekan, maka hasil keuntungannya semakin tinggi, biayanya rendah, dan katakanlah harganya tetap saja maka pendapatan juga akan meningkat," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan lokasi pemasangan elektrifikasi pertanian tersebar di beberapa kecamatan di daerah perbukitan.
Menurut dia, program tersebut menyasar lahan tembakau di daerah perbukitan yang memang dalam kegiatan penanaman, petani menggunakan pompa dengan bahan bakar minyak.
"Para petani tembakau kan di daerah daerah perbukitan, kalau musim kemarau pakai pompa, pompa itu pakai bahan bakar minyak, ini mau diganti dengan listrik, kita alokasikan 101 titik di wilayah lahan lahan tembakau di Piyungan, Imogiri, dan Wonolelo Pleret maupun daerah Dlingo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.