ASN Menyusut Drastis! Bupati Kulonprogo Bakal Gabung Sejumlah OPD
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO - Peretasan nomor WhatsApp (WA) Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan sudah dilaporkan ke kepolisian. Pelaporannya dilakukan pasca kejadian, Jumat (4/7/2025) lalu langsung dilaporkan ke Polres Kulonprogo.
Kini polisi sedang menyelidikan orang tidak dikenal (OTK) yang melakukan peretasan untuk meminjam uang tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko mengatakan, pelaporan ke polisi sudah diterima pasca diketahuinya kejadian peretasan tersebut. Menurutnya, sudah diperiksa sejumlah saksi pasca pelaporan peretasan diterima polisi. "Sementara ini yang lapor baru satu orang dari pihak Bupati Kulonprogo," katanya, Minggu (6/7/2025).
Sementara ini, Polres Kulonprogo baru menerima laporan dari Bupati Kulonprogo saja terkait peretasan nomor WAnya. Untuk laporan dari korban yang mengalami kerugian karena sudah transfer saat ini belum ada. Sarjoko menyampaikan, saat ini penyidik sudah melakukan pengumpulan dan memeriksa sejumlah saksi.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Kendaraan Masuk DIY Selama Sepekan Terakhir Liburan Sekolah
"Staf Bupati sudah lapor yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kemarin, Jumat. Untuk para saksi akan diagendakan pemanggilannya," sambungnya. Dia mengimbau, masyarakat jang asal membuka file kiriman apapun. Seperti di antaranya file APK karena akan rentan terhadap peretasan untuk disalahgunakan.
Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan menambahkan, pelaporan ke polisi atas nama Dandy Alif Nugroho. Pelaporannya sudah diterima dan diberikan tanda terima pelaporan.
Sebelumnya, Jumat (4/7/2025) nomor WA Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan diretas dan sejumlah kolega serta kerabat kerja dimintai uang dengan cara transfer. Politisi PAN tersebut tidak membantah kejadian tersebut dan mengungkapkan sudah ada yang transfer dan nilainya sampai jutaan rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY menyosialisasikan dua kebijakan premium baru, yakni Golden Visa dan Global Citizen Indonesia.