Bank Sampah Hidupkan Perekonomian Warga Tegalpanggung Jogja
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berjalan aktif. Warga mendapat tabungan hingga Rp400 ribu dari pengelolaan bank sampah.
Suasana di Bandara YIA, Kulonprogo, beberapa waktu lalu. Bandara ini menjadi contoh industrialisasi di wilayah selatan DIY. - Harian Jogja/ Khairul Ma’arif
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY diminta untuk lebih memprioritaskan pembangunan wilayah selatan ke arah industrialisasi. Langkah ini dinilai penting guna mempersempit ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan DIY.
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menjelaskan industrialisasi wilayah selatan ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada pengurangan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
BACA JUGA: DPRD DIY Apresiasi Realisasi APBD 2024, Dorong Optimalisasi Aset untuk Tambah PAD
Anggota Komisi C DPRD DIY ini juga menuturkan bahwa arah kebijakan pembangunan sebagaimana tercantum dalam RPJMD DIY 2022–2027 memang sudah menekankan prioritas kawasan selatan. Namun, ia menilai fokus industrialisasi perlu diperkuat agar potensi kawasan tersebut dapat dimaksimalkan.
Ia pun mencontohkan Bandara Internasional Yogyakarya (YIA) yang menjadi contoh kesuksesan pembangunan di wilayah selatan DIY. Menurutnya, fasilitas ini menjadikan YIA sangat layak dikembangkan sebagai bandara transit (hub airport) yang dapat meningkatkan arus logistik dan penumpang, sehingga mendukung tumbuhnya kawasan industri di sekitarnya.
“Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang terletak di wilayah selatan DIY merupakan satu-satunya bandara di wilayah selatan yang mampu melayani pendaratan dan lepas landas pesawat terbesar dunia, yaitu Airbus A380,” ujar Lilik, Senin (7/7/2025).
Selain keberadaan YIA, pembangunan infrastruktur pendukung seperti Jalan Tol dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dinilai menjadi peluang strategis untuk menarik investasi swasta ke kawasan selatan.
“JJLS dan Tol menjadi akses utama yang pantas dilirik investor. Dengan konektivitas yang semakin baik, potensi terciptanya perekonomian baru akan semakin besar,” jelasnya.
Lilik menambahkan, penguatan sektor industri di wilayah selatan bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan dari aktivitas ekonomi yang tumbuh. Dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.
Ia berharap Pemda DIY bersama pemangku kepentingan terkait dapat menyusun langkah-langkah konkret agar industrialisasi kawasan selatan segera terealisasi. Lilik menegaskan, fraksi Partai Golkar siap mendukung kebijakan strategis Pemda DIY yang berorientasi pada pemerataan pembangunan wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berjalan aktif. Warga mendapat tabungan hingga Rp400 ribu dari pengelolaan bank sampah.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.