Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menggulirkan empat program unggulan atau empat jurus di sektor pertanian sebagai strategi jangka panjang guna menghadapi tantangan berat swasembada pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyebut langkah ini penting demi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
Empat program tersebut terdiri atas pembebasan pajak lahan sawah mulai 2026, pengembangan demplot benih untuk kelompok tani (Gapoktan), penggunaan pupuk organik, serta optimalisasi lahan pekarangan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
BACA JUGA: Menteri PU Minta Tambah Rp12,5 Triliun di Anggaran Perubahan 2025
“Target kami di 933 dusun terbentuk kegiatan KWT. Pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau tanaman pangan. Produk yang tidak dikonsumsi akan dijual,” terang Joko, Rabu (9/7/2025).
Joko mengklaim produktivitas pertanian Bantul terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 Juni 2025, produksi gabah mencapai 113.900 ton. Angka itu mendekati capaian tahun 2024 yang sebesar 194.000 ton. Rata-rata produktivitas padi mencapai 7 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional dan DIY yang hanya sekitar 5 ton per hektare.
“Kami bahkan pernah mencapai 8 ton per hektare. Saat ini sedikit menurun karena serangan hama tikus,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Wiwin Suryawati mengakui pentingnya keberlanjutan program swasembada pangan. Ia menyoroti dua tantangan utama yakni alih fungsi lahan dan dampak perubahan iklim.
BACA JUGA: Penutupan Peternakan Babi di Tlogoadi Sleman: Kandang Sudah Kosong Saat Satpol PP Datang
Koordinasi lintas sektor dan keberpihakan kebijakan akan menjadi kunci sukses swasembada pangan di tingkat daerah. “Kami harus intensifkan pemanfaatan lahan, perluas area tanam, dan tingkatkan produktivitas. Kunci lainnya adalah penggunaan benih unggul, pupuk sesuai rekomendasi, mekanisasi pertanian, serta perlindungan tanaman dari hama dan DPI,” ujar Wiwin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Bocoran Project Aion mengungkap konsep Windows masa depan yang menjadikan Copilot sebagai pusat sistem dan menghapus Start Menu serta Taskbar.
Prancis lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Paraguai 1-0. Mbappe sindir gaya bermain lawan. Kini Les Bleus hadapi Maroko
Mobil susah hidup belum tentu karena aki. Kenali lima tanda dinamo starter rusak agar terhindar dari mogok dan biaya perbaikan mahal.
Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Erling Haaland dan rekor buruk pertemuan menjadi ancaman bagi Selecao.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.