Umat Buddha Gelar Ritual Waisak di Sungai Mudal Kulonprogo
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Ilustrasi kambing diserang anjing liar.dok/harianjogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Kalurahan Donomulyo, Nanggulan, Kulonprogo dibuat geger dengan kematian sejumlah hewan peliharaannya. Penyebabnya diduga akibat serangan anjing liar.
Hewan ternak seperti entok, ayam, kambing menjadi mati mendadak yang kadang. Ada juga hewan ternak yang diserang tidak mati tetapi luka-luka. Hingga kini warga masih dicari tahu hewan pemangsanya. Sejauh ini, peristiwa itu terjadi di Padukuhan Penjalin dan Padukuhan Ngelingko.
"Memang benar, itu disinyalir anjing yang memakai kalung. Itu dari keterangan pemilik ternak," ujar Carik Donomulyo, Hendri Sulistyono, Kamis (10/7/2025).
Dia mengatakan, kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi di wilayahnya. Peristiwa yang tidak jauh berbeda pernah terjadi di Padukuhan Bandung di mana ternak warga dimangsa hewan liar. Kali ini, lanjut Hendri, jumlah kematian ternak milik warga tidak banyak. Diperkirakan tidak sampai 10 ekor.
Sejumlah warga mengaku pernah melihat anjing liar berkeliaran saat malam hari di Padukuhan Penjalin. "Pemerintah Kalurahan sudah melakukan pengamanan dan patroli termasuk ronda untuk kewaspadaan. Ini biasa terjadi hanya saja pemberitaannya di Medsos berlebihan jadi lebih mengkhawatirkan," sambungnya.
Menurut Hendri, hewan ternak warga yang mati karena dimakan biawak kasusnya lebih sering terjadi. Kini, kondisi sedikit berbeda karena pelakunya diduga anjing liar. "Dulu juga pernah ada kejadian ternak mati karena anjing liar. Yang sekarang diduga sama," tuturnya.
Hendri memastikan, di Kalurahan Donomulyo tidak ada hewan buas. Meskipun banyak pekarangan atau kebun dan hutan tetapi tidak ada hewan buas. Dia berpesan agar keamanan kandang diperhatikan karena masih banyak kandang ternak warga yang terbuka. "Jadi, kalau ada hewan liar yang ingin memangsa hewan ternak bisa mudah," jelasnya.
Panewu Nanggulan, Haryoto menambahkan pihak kepolisian turun tangan terkait kasus tersebut. Hanya saja, dari patroli yang dilakukan belum muncul hewan yang diduga menjadi pemangsa ternak.
"Setiap malam ada patroli lingkungan yang rentan terhadap serangan anjing liar tersebut. Keresahan warga beberapa malam ini mudah-mudahan segera terselesaikan sehingga aman terkendali," ucapnya.
Menurut Haryoto, ada warga yang melihat anjing yang berkeliaran saat malam hari di sekitar TKP. "Hewan itu ditengarai berasal dari luar Nanggulan dari sisi selatan. Warga sudah mengaktifkan ronda kembali agar bisa menangkap hewan pemangsa ternaknya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.