Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. - Foto dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman sedang mengupayakan integrasi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di sejumlah wilayah di Sleman ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Meski begitu, integrasi tersebut tidak dilakukan untuk setiap Koperasi lantara ada Koperasi yang memang sudah bekerja sama dengan klinik swasta.
Menurut catatan Dinkes Sleman, ada total 69 unit Puskesmas Pembantu per 2023. Adapun jumlah KDMP di Sleman ada 86 unit.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila, mengatakan integrasi Pustu ke KDMP belum bisa dilakukan lantaran belum ada petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Kementerian Kesehatan sampai sekarang masih berproses untuk menyusun petunjuk teknis itu,” kata Seruni dihubungi, Minggu (13/7/2025).
BACA JUGA: Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Jadi Percontohan
Seruni meminta pengurus KDMP untuk menunggu terbitnya juknis. Integrasi itu perlu dilakukan secara legal dan formal. Apabila juknis telah terbit, Dinkes akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM), dan Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) untuk membuat kesepakatan implementasinya di Sleman.
Kepala Dinkop UKM Sleman, Tina Hastani, mengaku memang belum ada petunjuk teknis dari Kemenkes lantaran pihaknya masih belum menerima surat atau dokumen juknis itu.
“Tapi kabar yang kami dapat, akhir-akhir ini [Juli] juknis akan keluar. Kami koordinasinya langsung dengan Dinkes Sleman. Dinkes Sleman koordinasinya dengan Kemenkes. Jadi kabar itu kami dapat dari Dinkes,” kata Tina.
Lebih jauh, Tina menjelaskan mockup KDMP di Sleman bertambah menjadi total ada enam mockup. Tiga mockup awal, yaitu KDMP Tamanmartani, Sidomulyo, dan Sinduadi. Tiga mockup tambahan, yaitu KDMP Donokerto, Hargobinangun, dan Banyurejo.
“Kementerian Pertanian minta ada mockup tambahan. Mockup tambahan ini akan kita garap untuk lomba Desa tingkat regional. Mockup tiga tambahan ini masih dalam proses kami daftarkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.