Transfer DIY Turun Rp583 Miliar, DPRD Soroti Ruang Fiskal
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Hasil pengolahan sampah yang dilakukan Kelompok Tani di Kemantren Tegalrejo, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Ist/ Dok. Kemantren Tegalrejo
Harianjogja.com, JOGJA - Warga Kemantren Tegalrejo, Jogja menunjukkan komitmen dalam menangani persoalan sampah secara mandiri dan berkelanjutan melalui program Lampah Berkah.
Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Antariksa Agus Purnama mengatakan program ini menjadi upaya kolektif untuk mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi pertanian serta pelaku UMKM lokal. Seperti namanya, Lampah Berkah yang bisa diartikan sebagai berkah bagi warga Tegalrejo.
“Sampah menjadi berkah itu intinya dengan pemilahan sampah. Biasanya itu dengan metode pemilahan di rumah tangga maupun di kelompok-kelompok bank sampah,” ujar Agus, Jumat (18/7/2025).
Program Lampah Berkah dirancang dengan melibatkan tiga pilar utama, yakni Bank Sampah, Forum Gapoktan, dan UMKM. Kolaborasi ketiganya difokuskan pada pengurangan volume sampah sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Sampah organik dikelola menjadi pakan ternak, kompos, pupuk cair, dan eco-enzim. Sementara, sampah anorganik seperti plastik dan kemasan sachet diolah menjadi ecobrick, kerajinan tangan, hingga media tanam yang mempercantik lingkungan.
BACA JUGA: Becak Kayuh Bertenaga Listrik Resmi Mengaspal di Malioboro, Bentor Akan Dibatasi
Agus menjelaskan metode pengelolaan sampah berbasis komunitas ini sejatinya telah diterapkan cukup lama di wilayahnya. Namun melalui Lampah Berkah, konsep tersebut kini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan terintegrasi.
“Lampah Berkah sebenarnya metode pengolahan sampah yang sudah kita jalankan cukup lama di Kemantren Tegalrejo. Hanya saja, di Lampah Berkah ini kita mempunyai tambahan formulasi,” jelas Agus.
Salah satu wujud nyata implementasi program ini tampak dalam kegiatan Kelompok Tani Loh Jinawi di Kelurahan Tegalrejo. Kelompok ini telah aktif menggunakan galon bekas, botol plastik, dan gelas plastik sebagai media tanam, serta lindi dan kompos padat hasil olahan sampah organik sebagai pupuk utama untuk pertanian.
Hasil panen mereka dijual kembali melalui jalur UMKM. Hal ini menciptakan siklus ekonomi sirkular yang saling mendukung antar sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.