Empat Kasus SPA++ di Sleman Berujung Vonis dalam Enam Bulan
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Program transmigrasi untuk masyarakat Kabupaten Sleman terus berjalan meski program ini sempat menimbulkan persoalan penyerobotan lahan oleh perusahaan sawit di Sulawesi Tenggara. Adapun calon transmigran (catrans) asal Bumi Sembada diperkirakan berangkat pada akhir 2025.
Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih, mengatakan pihaknya masih menunggu surat pemerintah pemberangkatan (SPP) dari Kementerian Transmigrasi yang nantinya akan turun lewat Pemerintah Provinsi DIY.
“Kalau menurut informasi dari Provinsi, pemberangkatan catrans mulai November hingga Desember 2025,” kata Sutiasih dihubungi, Jumat (18/7/2025).
Kuota transmigrasi untuk Kabupaten Sleman dalam program transmigrasi 2025 dibuka untuk delapan kepala keluarga (KK). Syarat utama pendaftar adalah minimal berusia 18 tahun dan maksimal 49 tahun. Apabila lolos transmigran akan mendapat beberapa fasilitas, seperti rumah siap huni dan lahan pekarangan serta lahan usaha.
BACA JUGA: Bus Sekolah Ramai Peminat, Dishub Berencana Tambah Dua Unit Layani Rute Baru
Selain itu, ada jatah hidup 12 bulan untuk transmigran yang mendapat lahan kering dan 18 bulan untuk lahan basah, tiket keberangkatan, dan bantuan modal usaha dari Pemkab Sleman sebesar Rp13 juta per KK.
Adapun lokasi penempatan transmigrasi tahun ini ada di Pulau Nibung dan Sungai Baru, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Pemkab Sleman mendukung program transmigrasi ini. Menurut Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dukungan tersebut perlu disertai sikap kehati-hatian dalam memastikan lokasi penempatan aman dan hak transmigran terpenuhi.
Hal tersebut dilakukan agar tidak ada kejadian sebagaimana terjadi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara di mana sebanyak 13 KK asal Sleman belum mendapat hak atas tanah. Dari 2 hektar (ha) tanah yang dijanjikan, baru 1 ha yang diberikan. Bahkan, ada perusahaan sawit menyerobot lahan 1 ha tersebut.
Jumlah transmigran tersebut pada awalnya adalah 25 KK dengan total 86 jiwa asal daerah Kabupaten Sleman. Mereka semua merupakan korban erupsi Merapi yang kemudian diberangkatkan sebagai transmigran ke UPT Arongo, Desa Laikoandongan, Konawe Selatan, Sulteng pada 2011. Sesuai perjanjian setiap KK akan diberikan lahan seluas 2 ha yang terdiri atas lahan pekarangan 0,25 hektare, lahan usaha I seluas 0,75 ha dan lahan usaha II seluas 1 ha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham AS meningkat. SpaceX, Nvidia, Tesla, dan Apple menjadi instrumen favorit.
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.