6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Pengunjung mengikuti Festival Layangan di pantai Samas, Sabtu-Minggu (9-10/9/2023)/ist Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL – Polemik larangan study tour bagi pelajar ke luar daerah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menuai reaksi beragam.
Di tengah aksi demonstrasi pelaku wisata di Jabar yang menolak kebijakan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengambil sikap berbeda dengan mengizinkan pelajar study tour ke luar Jawa Barat dengan syarat tidak ada unsur paksaan, terutama terkait kemampuan ekonomi siswa.
Kebijakan bertolak belakang antara Gubernur dan Wali Kota ini turut disorot pelaku wisata di Bantul yang selama ini menjadi salah satu destinasi utama kunjungan pelajar dari luar daerah, termasuk Jawa Barat.
Ketua PHRI Bantul, Hendra Dwi Utomo menilai pelarangan study tour yang didasarkan pada anggapan bahwa kegiatan tersebut hanya “piknik” dan membebani orang tua terlalu menyederhanakan realitas.
“Kalau masalahnya kecelakaan bus, yang harus dicek itu ya kelayakan bus dan perusahaan otobusnya. Bukan lantas melarang semua study tour,” kata Hendra, Kamis (24/7/2025). Ia menyayangkan pernyataan KDM yang menyudutkan pelaku wisata sebagai pihak yang hanya mencari untung. “Itu menyindir, padahal semua orang juga cari rezeki,” tambahnya.
Menurut Hendra, banyak paket wisata edukatif yang ditawarkan kepada pelajar. “Ada yang belajar membatik, ada juga yang belajar story telling soal batik. Jadi tidak semua piknik. Tinggal panitianya memilih mau yang mana,” ujarnya.
BACA JUGA: Eks Marinir yang jadi Tentara Bayaran Rusia, Ternyata Terlilit Pinjol dan Judol
Sementara, Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menekankan pentingnya memilih biro perjalanan dan perusahaan otobus yang kredibel jika study tour tetap dilakukan. Ia mendorong panitia memilih agen perjalanan anggota ASITA serta otobus anggota Organda.
“Bus pariwisata punya regulasi tersendiri. Jangan pilih yang abal-abal,” katanya. Markus juga menyarankan agar study tour dirancang jauh hari agar orang tua bisa mencicil biaya. “Objek wisatanya juga dipilih yang punya unsur edukatif, piknik itu bonus,” tambahnya.
Meski tidak ingin mencampuri kebijakan antarwilayah, pelaku wisata dan otoritas pariwisata Bantul berharap larangan tidak diberlakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan aspek edukatif dan dampak ekonomi bagi daerah tujuan wisata seperti Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.