Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Gunungkidul tertangkap basah keluyuran saat jam kerja. Keduanya tertangkap oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto saat melakukan inspeksi mendadak, Selasa (29/7/2025).
BACA JUGA: Bupati Sleman Sidak, 2 ASN Tak Masuk Kerja
“Kami lakukan sidak bersama dengan jajaran Satpol PP dan Inspektorat Daerah,” kata Joko.
Dia menjelaskan, didalam sidak ini menemukan dua guru TK yang kedapatan makan soto di wilayah Kapanewon Playen. Total ada delapan tim yang digerakan untuk melakukan pemantauan kedisiplinan pegawai di sejumlah titik seperti pusat perbelanjaan, pasar, warung makan hingga tempat nongkrong.
“Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan arahan dari Ibu Bupati. Kita diminta melakukan pendataan dan mengirimkan surat teguran melalui Organisasi Perangkat Daerah [OPD] yang menaungi,” katanya.
Joko menjelaskan, kegiatan sidak dilaksanakan sebagai upaya pembinaan dan penegakkan disiplin di lingkungan aparatur pemerintahan. Proses ini akan terus digalakkan karena sebagai abdi negara yang dibiayai pemerintah harus memiliki komitmen yang kuat dalam menegakkan etika dan tanggung jawab kerja.
“ASN yang dibiayai negara harus menjadi pelayan public serta menjadi contoh baik di Masyarakat,” katanya.
Masalah kedisiplinan pegawai menjadi sorotan dalam waktu beberapa hari terakhir. Pasalnya, pada Jumat (25/7/2025) sempat viral di media sosial video pegawai puskesmas sedang berkaraoke di lingkungan kerja saat jam operasional pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan karaoke yang dilakukan oleh pegawai di Puskesmas I Wonosari. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang bersangkutan dan membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, karaoke dilakukan usai kegiatan senam di Jumat pagi. Adapun lokasi tempat bernyanyi berada di basement puskesmas.
“Kejadian ini merupakan kekhilafan sehingga mengganggu pelayanan di Puskesmas Wonosari,” kata Ismono, Jumat sore.
Hasil klarifikasi yang dilakukan, pegawai bersangutan bernyanyi di jam kerja karena persiapan untuk menyambut lomba Agustusan. “Sebenarnya sudah diingatkan oleh Kasubag TU, tapi masih tetap berlanjut,” ungkapnya.
Untuk menghilangkan pandangan miring tersebut, Ismono mengaku sudah meminta ke pegawai bersangkutan untuk meminta maaf. Pengakuan ini dibuat sebagai bentuk klarifikasi dan diunggah di akun media sosial milik Puskesmas Wonosari I.
“Saya juga meminta maaf ke masyarakat dan saya tetap bertanggungjawab dalam masalah ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.