Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Wisata Malioboro Jogja Makin Padat
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggandeng Shind, perusahaan swasta yang bergerak dalam pelestarian lingkungan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Direktur Shind, Mulana menuturkan pengelolaan sampah berbasis wilayah dimulai dari rumah tangga, menjadi kunci untuk pengurangan timbunan sampah di Kota Jogja.
Menurutnya, rumah tangga sebagai produsen sampah diharapan melakukan penanganann sampah yang diproduksinya sendiri.
BACA JUGA: Pemkot Luncurkan Program Masyarakat Jogja Olah Sampah, Ini Targetnya
Untuk mendorong hal tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap sekitar 600 RW yang ada di Kota Jogja. Dari situ dia berharap kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah meningkat. "Kita akan membangun kampanye untuk edukasi itu [pengelolaan sampah] lebih banyak lagi," katanya.
Pihaknya juga memiliki aplikasi yang akan digunakan untuk memantau volume sampah harian di tiap wilayah. Dari situ, menurutnya Pemkot Jogja dapat melihat progres penurunan timbunan sampah yang telah dilakukan masyarakat.
Sementara Wakil Ketua Tiga Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, Chritina Iin menuturkan pengurangan sampah anorganik telah dilakukan pada ratusan bank sampah yang ada di Kota Jogja.
Pihaknya pun mengaku telah melakukan pemantauan rutin agar bank sampah di setiap wilayah mampu mengolah sampah anorganik secara optimal.
Dia menuturkan selama ini pihaknya telah memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada pengurus bank sampah di setiap wilayah untuk mendukung pengelolaan bank sampah di setiap wilayah dapat optimal.
“Edukasi berkelanjutan dan penguatan peran komunitas akan menjadi kunci keberhasilan program ini [pengolahan sampah]” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan volume sampah harian di Kota Jogja mencapai sekitar 260 ton per hari. Dia berharap agar volume sampah tersebut dapat menurun dengan Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS).
“Target saya [penurunan volume sampah] mencapai 20%. Kalau turun [volume sampah] lumayan lah, indikator untuk tercapainya program ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.