Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi syarat pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap dua. Kalurahan di Jogja dipastikan tidak ada kendala dalam pencairan ADD dengan syarat KDMP tersebut.
Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong DIY Nayantaka, Gandang Hardjanata, menjelaskan program KDMP sudah jadi keputusan pemerintah pusat, sehingga menjadi tugas pemerintah di bawahnya mengikuti arahan tersebut.
BACA JUGA: Pemerintah Kucurkan Dana Desa Rp40,34 Triliun dari Pagu Rp69 Triliun
“Karena tujuannya koperasi untuk membantu masyarakat. Mau ga mau jadi wajib untuk semua kelurahan agar mempunyai Koperasi Merah Putih. Koperasi itu dari dan untuk warga kalurahan tersebut. Koperasi adalah satu solusi dalam tugas kalurahan untuk perbaikan ekonomi bagi masayrakat yang membutuhkan,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Saat ini seluruh kalurahan anggota Nayantaka sudah memiliki KDMP, walau belum semuanya yang sudah menjalankan kegiatan usaha. “Masih tertatih-tatih karena pendanaan belum mampu untuk mewujudkan beberapa bidang usaha yang sudah ditentukan. Mereka kesulitan dananya,” katanya.
Dengan sudah terbentuknya KDMP di semua kalurahan, maka ia melihat tidak ada kesulitan dalam pencairan ADD. “Semua sudah bisa mencairkan tahap kedua karena sudah memenuhi sayarat,” ungkapnya.
Adapun pencairan ADD tahap kedua biasanya dilakukan pada sekitar bulan Agustus atau pertengahan tahun. Total ADD yang diterima berbeda-beda di setiap kalurahan, tergantung jumlah penduduk dan luas wilayahnya. “Ada yang Rp1,7 miliar, ada yang hanya Rp1 miliar,” kata dia.
Walau masih kesulitan dalam pendanaan, namun beberapa KDMP menurutnya sudah beroperasi, terutama KDMP yang merupakan modifikasi dari koperasi yang sudah ada sebelumnya. “Seperti di Sinduadi, dari yang sebelumnya koperasi simpan-pinjam berubah jadi Koperasi Merah Putih, sekarang ada apotek, gerai sembako dan sebagainya,” ujarnya.
Menurutnya, modal untuk KDMP tidak terbatas pada pendanaan saja, tapi juga bisa SDM, modal sosial dan peralatan yang sudah dimiliki. “Seperti di Godean dulu cuma koperasi pertanian, modal awal gapoktan dan mesin penggilingan padi. Itu tinggal digerakkan saja,” paparnya.
Kegiatan di wilayah yang sebelumnya didukung oleh dana keistimewaan juga bisa menjadi modal awal KDMP. “Seperti di Tebing Breksi, ada jip dan sebagainya, dijadikan Koperasi Merah Putih sudah berjalan. Modal awal Breksi kan dari dana keistimewaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.