KA Malabar Tertemper Truk di Klaten, 13 Perjalanan Kereta Terhambat
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo meninjau pembuangan sampah liar di Sungai Buntung pada Senin (16/6/2025).
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menambah trash barrier atau alat penangkap sampah di beberapa titik. Penambahan trash barrier tersebut akan dilakukan untuk mempermudah proses pembersihan sampah sungai.
BACA JUGA: Pemkot Jogja akan Tambah Trash Barrier
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Kota Jogja, Very Tri Jatmiko menyampaikan pihaknya tujuh unit trash barrier berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2025.
“Saat ini sudah ada empat trash barrier yang terpasang. Dalam perubahan anggaran nanti akan ditambahkan tujuh lagi, sehingga totalnya menjadi 11 unit,” katanya, Jumat (8/8/2025).
Dia menyebut tujuh unit trash barrier tambahan tersebut akan dipasang di lima titik sungai yang menjadi fokus pengendalian sampah, yaitu dua unit di Sungai Gajah Wong, dua unit di Sungai Code, satu unit di Sungai Manunggal, serta dua unit lainnya di Sungai Winongo.
Dia menuturkan pengadaan trash barrier tambahan tersebut akan memakan anggaran sekitar Rp100 juta.
Very menyebut, penambahan trash barrier tersebut dinilai mampu mengefisiensikan pembersihan sampah sungai. Dia menyebut selama ini pembersihan sampah sungai sering memakan waktu yang lebih lama ketika petugas kebersihan perlu menyisir sampah sungai dari hulu ke hilir.
“Dengan adanya trash barrier, sampah lebih terkumpul di satu titik, jadi bisa dibersihkan lebih cepat dan efektif,” katanya.
Dia menyebut salah satu titik yang dinilai sangat membutuhkan perhatian adalah hulu Sungai Winongo. Menurut Very, wilayah tersebut memiliki volume sampah yang cukup tinggi dan bervariasi, terutama saat musim hujan.
“Di hulu Winongo, volume sampahnya luar biasa, mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah plastik skala besar. Ini yang membuat keberadaan trash barrier sangat penting di sana,” katanya.
DLH Kota Jogja juga tengah mengupayakan pemetaan lebih detail terhadap volume sampah yang tertangkap di masing-masing titik trash barrier. Data tersebut akan dikumpulkan secara periodik sebagai dasar evaluasi efektivitas pembersihan sampah sungai.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyebut pihaknya akan memasang trash barrier di batas Kota Jogja dengan Sleman dan Bantul. Pemasangan trash barrier tersebut untuk mengantisipasi sampah dari wilayah lain masuk ke Kota Jogja, atau sampah dari Kota Jogja masuk ke wilayah lain.
“Kalau kita memasang [trash barrier] di Sleman, harus kita komunikasikan dengan Sleman supaya nanti warga Sleman mengikuti tidak buang sampah di sungai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Swiss memiliki suku bunga 0% dan menjadi yang terendah dalam daftar. Bagaimana posisi Indonesia dengan suku bunga 5,75% pada Agustus 2026?
Mobil memasuki usia lima tahun? Cek tujuh komponen penting mulai dari ban, oli, kaki-kaki, aki hingga timing belt dan V-belt.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr