Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pengelola bank sampah di Patangpuluhan menjalankan kegiatan penimbangan, Minggu (10/8/2025)./ist Patangpuluhan
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Jogja terus menggencarkan pengelolaan sampah di wilayah termasuk oleh Bank Sampah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah anorganik. Kelurahan Patangpuluhan memiliki program sambang bank sampah untuk memberikan semangat kepada setiap bank sampah.
Hari libur Sabtu dan Minggu menjadi kesempatan untuk kegiatan pengumpulan, penimbangan, pencatatan dan penjualan sampah organik di bank sampah. Jadwal kegiatan menyesuaikan dengan kesiapan pelapak/pengepul untuk datang dan mengambil sampah anorganik yang telah dipilah sesuai dengan jenisnya.
Meskipun umumnya sampah anorganik plastik dan kertas tidak menimbulkan bau yang mengganggu, tetapi pengumpulan sampai penjualan dilakukan hari itu juga. Mengingat tidak semua Bank Sampah memiliki gudang penyimpanan, hanya memanfaatkan fasilitas umum atau rumah warga.
Kelurahan Patangpuluhan bersama dengan Kemantren Wirobrajan rutin melakukan kunjungan/sambang ke Bank Sampah sesuai informasi jadwal yang disampaikan.
Sambang Bank Sampah penting dilakukan pimpinan wilayah untuk melihat langsung praktek penimbangan sampah, menggali masukan dan keluhan serta memberikan dorongan semangat pada para pengurus.
BACA JUGA: Pengamen Malioboro Bakal Ditertibkan Menjelang Persiapan HUT Kota Jogja
Hal ini seperti yang pada Minggu (10/8/2025) di Bank Sampah Bugis RW 06. Kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah dilakukan di rumah Ketua Bank Sampah Bugis, Siti Mulyati. Ia menyampaikan bahwa Bank Sampah Bugis RW 06 telah lama beroperasi, sejak 2012.
“Selama itu pasang surut telah dialami terkait dinamika kepengurusan, setoran sampah dari nasabah dan besaran tabungan nasabah. Pada masa lalu jumlah nasabah yang aktif lebih besar dan uang tabungan yang dibagikan juga lebih banyak,” katanya.
Saat ini jumlah nasabah berkurang. Namun demikian, Bank Sampah telah berperan menjadi ujung tombak di wilayah dalam pengelolaan sampah secara terpilah, dan membantu sosialisasi berbagai program Pemerintah. Saat ini Bank Sampah Bugis juga siap mendukung sosialisasi dan pelaporan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Lurah Patangpuluhan, Achmad Asranur Arifin, memberikan semangat pada segenap pengurus Bank Sampah. “Tugas kita saat ini dan ke depan untuk mendorong partisipasi dan kepedulian pemangku wilayah RT/RW untuk mendukung Bank Sampah. Perlu upaya untuk menambah nasabah agar layanan Bank Sampah lebih dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.