Dugaan Kekerasan Seksual, ISI Jogja Nonaktifkan Seorang Dosen
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Seorang nelayan Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul memperbaiki jaring lantaran tak bisa melaut karena gelombang tinggi, Rabu (8/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Aktivitas penangkapan ikan di pesisir selatan Bantul disetop sejak beberapa hari terakhir akibat gelombang tinggi. Kondisi ini membuat sebagian besar kapal nelayan memilih bersandar di daratan demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
BACA JUGA: Demo Pati 13 Agustus 2025 Berubah Ricuh
Nelayan menyebut gelombang mencapai ketinggian lebih dari dua meter dengan angin kencang yang berembus sejak awal pekan. Sementara BMKG menyatakan, gelombang dengan ketinggian 1,5 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan wilayah Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5 - 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia sisi selatan DIY.
“Kalau dipaksakan, sangat berbahaya. Ombaknya besar sekali, angin juga kencang. Kami pilih berhenti sementara,” ujar Sudarno, salah satu nelayan Pantai Depok, Rabu (13/8/2025).
Petugas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok, Kusadiman menyebut nelayan sudah tidak melaut sejak awal pekan karena ombak besar dan angin kencang. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga Sabtu (16/8) mendatang sejalan dengan proyeksi dari BMKG setempat.
“Kalau pun ada yang melaut, hanya dua sampai tiga kapal, itu pun mencari benur, bukan ikan konsumsi. Cari ikan masih sulit,” ujarnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Kristanto Kurniawan menjelaskan, faktor cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan angin kencang menjadi penyebab utama tersendatnya produksi perikanan tangkap di wilayahnya.
DKP Bantul menargetkan produksi perikanan tangkap tahun ini sebesar 860,39 ton. Hingga semester I 2025, capaian baru 450,06 ton atau 52,31 persen dari target. Sementara produksi perikanan budi daya baru mencapai 6.730,61 ton dari target 13.809,82 ton atau 48,73 persen.
“Kalau perikanan tangkap sulit ditingkatkan karena tergantung faktor alam. Untuk budi daya, kami berupaya menggenjot produksi dengan padat tebar di kolam,” jelasnya.
Kristanto menambahkan, komoditas perikanan unggulan di Bantul untuk budi daya adalah lele, yang produksinya tergolong tinggi dan relatif stabil meski kondisi laut sedang tidak bersahabat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.