DKPP Bantul Imbau Besek dan Daun Pisang untuk Daging Kurban
DKPP Bantul imbau panitia kurban Iduladha 2026 gunakan wadah ramah lingkungan. Simak aturan pembungkus daging, pengelolaan limbah, dan pengawasan kesehatan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Bantul mulai digencarkan sejak tahun ajaran baru pada akhir Juli 2025.
Program ini dilaksanakan langsung oleh tenaga kesehatan dari 27 puskesmas yang tersebar di wilayah Bantul.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widiyantoro, menjelaskan bahwa petugas dari puskesmas akan mendatangi sekolah-sekolah sesuai wilayah kerjanya.
“Jadi, seluruh 27 puskesmas di Bantul kita tugaskan melayani semua sekolah yang ada di masing-masing wilayah kerja puskesmas tersebut, teknisnya petugas kesehatan dari puskesmas yang datang ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Minggu (17/8/2025).
Namun, menurut Agus, pelaksanaan pemeriksaan ini tidak dilakukan sekaligus karena jumlah sekolah cukup banyak. Penjadwalan dibuat oleh masing-masing puskesmas yang berkoordinasi dengan pihak sekolah.
“Jadi ya pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap, karena jumlah sekolah di Bantul kan banyak sekali, jadi petugas dari puskesmas yang datang ke sekolah-sekolah dijadwal oleh teman-teman dari puskesmas,” jelasnya.
Selain harus melayani sekolah, petugas kesehatan juga tetap berkewajiban memberikan pelayanan reguler kepada masyarakat di puskesmas. Oleh karena itu, jumlah tenaga yang diturunkan ke sekolah akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Berapa orang yang datang ke sekolah sesuai dengan jumlah sasaran di sekolah. Jadi menyesuaikan karena puskesmas juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di puskesmas, jadi menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” terangnya.
BACA JUGA: Termasuk Jogja, Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Hujan Hari Ini 18 Agustus 2025
Dalam praktiknya, pemeriksaan tidak selalu bisa selesai dalam satu hari, terutama di sekolah dengan jumlah siswa besar.
“Paling satu sekolah mungkin tidak bisa selesai dalam satu hari, mungkin butuh waktu beberapa hari, karena sekolah ada yang jumlah siswanya sampai 200-an siswa. Dari puskesmas ketika harus melayani 200 siswa harus tetap dijadwal sesuai kemampuan dari puskesmas,” kata Agus.
Ia menambahkan, CKG untuk anak sekolah memiliki beberapa item pemeriksaan khusus yang tidak dilakukan pada pemeriksaan masyarakat umum.
“Ada item tersendiri untuk anak-anak sekolah, ada skrining, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium juga dilakukan. Jadi sedikit berbeda dengan CKG pada usia produktif, terutama ada pemeriksaan Hb, gula darah juga diperiksa pada anak-anak,” jelasnya.
Meski program sudah berjalan di sejumlah sekolah, hingga saat ini Dinkes Bantul belum menerima laporan resmi terkait capaian maupun hasil pemeriksaan kesehatan siswa.
“Kalau hasil dari CKG anak sekolah rekapannya belum ada, tapi biasanya nanti per bulan atau tiga bulan sekali puskesmas baru melaporkan ke dinas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKPP Bantul imbau panitia kurban Iduladha 2026 gunakan wadah ramah lingkungan. Simak aturan pembungkus daging, pengelolaan limbah, dan pengawasan kesehatan.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.