Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga Baciro mengikuti sosialisasi Mas Jos di Kantor Kelurahan Baciro, beberapa waktu lalu. Istimewa/Dokumen Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Warga di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, berkomitmen mengelola sampah rumah tangga mulai dari sumbernya yakni rumah masing-masing. Hal ini dikuatkan dengan program Pemkot Jogja yakni Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas Jos.
Kalurahan Baciro melaksanakan sosialisasi Mas Jos pada Rabu (12/8) dengan melibatkan perangkat kelurahan, pengurus bank sampah se-kelurahan, pengurus PKK kelurahan, pengurus PKK RW se-Kelurahan Baciro, Ketua RW se-Kelurahan Baciro, LPMK, ketua kampung se-kelurahan, petugas pendata bank sampah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Lurah Baciro, Sutikno, mengajak kepada perangkat di wilayah warga untuk mendukung dan meneruskan sosialisasi program Mas Jos kepada warga di sekitarnnya. “Langkah-langkah awal guna mendukung program Mas Jos yakni dengan rapat koordinasi dengan transporter bersama pengurus bank sampah se-Kelurahan Baciro,” katanya.
Pengurus Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, Ani Sulistyanti, menyampaikan lima hal yang harus dilakukan dalam program Mas Jos yakni pilah sampah sesuai jenis, salurkan sampah anorganik ke bank sampah, olah sampah organik, habiskan makanan dan gunakan wadah berulang.
BACA JUGA: Wakil Ketua DPR: Gaji Tidak Naik, Cuma Tunjangan Beras 12 Juta per Bulan
“Dalam pemilahan sampah, sampah anorganik berupa plastik, kertas, kaca, logam diselesaikan di bank sampah. Lalu sampah organik berupa sampah sisa dapur dan kulit buah diolah menjadi kompos. Sampah B3 dimasukkan dalam drop box khusus B3. Sampah residu atau ampah yang sudah tidak layak guna dibawa penggrobak,” ungkapnya.
Lalu, masyarakat juga harus membiasakan untuk menghabiskan makanan. Dalam memasak olahan di rumah, harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan mengambil makanan secukupnya agar tidak menimbulkan sisa yang akan menjadi sampah.
Wadah berulang juga perlu dibiasakan, yakni wadah yang bisa digunakan ulang, misalnya membawa minuman dengan tumbler, membawa bekal dengan kotak makanan, membawa tas belanja dari rumah untuk mengurangi potensi membawa sampah kantong plastik rumah.
Kelurahan Baciro sudah menjadi Kelurahan Hijau sejak April 2025. Predikat ini berarti kelurahan tersebut sudah berhasil mengelola sampah dengan baik, yang ditunjukkan dengan tidak adanya sampah yang menumpuk atau sampah liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.