Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga Baciro mengikuti sosialisasi Mas Jos di Kantor Kelurahan Baciro, beberapa waktu lalu. Istimewa/Dokumen Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Warga di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, berkomitmen mengelola sampah rumah tangga mulai dari sumbernya yakni rumah masing-masing. Hal ini dikuatkan dengan program Pemkot Jogja yakni Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas Jos.
Kalurahan Baciro melaksanakan sosialisasi Mas Jos pada Rabu (12/8) dengan melibatkan perangkat kelurahan, pengurus bank sampah se-kelurahan, pengurus PKK kelurahan, pengurus PKK RW se-Kelurahan Baciro, Ketua RW se-Kelurahan Baciro, LPMK, ketua kampung se-kelurahan, petugas pendata bank sampah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Lurah Baciro, Sutikno, mengajak kepada perangkat di wilayah warga untuk mendukung dan meneruskan sosialisasi program Mas Jos kepada warga di sekitarnnya. “Langkah-langkah awal guna mendukung program Mas Jos yakni dengan rapat koordinasi dengan transporter bersama pengurus bank sampah se-Kelurahan Baciro,” katanya.
Pengurus Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, Ani Sulistyanti, menyampaikan lima hal yang harus dilakukan dalam program Mas Jos yakni pilah sampah sesuai jenis, salurkan sampah anorganik ke bank sampah, olah sampah organik, habiskan makanan dan gunakan wadah berulang.
BACA JUGA: Wakil Ketua DPR: Gaji Tidak Naik, Cuma Tunjangan Beras 12 Juta per Bulan
“Dalam pemilahan sampah, sampah anorganik berupa plastik, kertas, kaca, logam diselesaikan di bank sampah. Lalu sampah organik berupa sampah sisa dapur dan kulit buah diolah menjadi kompos. Sampah B3 dimasukkan dalam drop box khusus B3. Sampah residu atau ampah yang sudah tidak layak guna dibawa penggrobak,” ungkapnya.
Lalu, masyarakat juga harus membiasakan untuk menghabiskan makanan. Dalam memasak olahan di rumah, harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan mengambil makanan secukupnya agar tidak menimbulkan sisa yang akan menjadi sampah.
Wadah berulang juga perlu dibiasakan, yakni wadah yang bisa digunakan ulang, misalnya membawa minuman dengan tumbler, membawa bekal dengan kotak makanan, membawa tas belanja dari rumah untuk mengurangi potensi membawa sampah kantong plastik rumah.
Kelurahan Baciro sudah menjadi Kelurahan Hijau sejak April 2025. Predikat ini berarti kelurahan tersebut sudah berhasil mengelola sampah dengan baik, yang ditunjukkan dengan tidak adanya sampah yang menumpuk atau sampah liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center merupakan pusat inovasi AI yang dibangun oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dengan UGM sebagai mitra akademik
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv