PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Tumpukan sampah yang berasal dari luar daerah ditemukan di Padukuhan Candi, Giring, Paliyan. Kamis (14/8/2025) ist - dlhgunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satpol PP Gunungkidul terus melakukan pengawasan terhadap lokasi pembuanga sampah illegal di Kalurahan Giring, Paliyan. Pasca-ditemukannya tumpukan sampah ini, pemilik berjanji membersihkannya dalam beberapa hari.
Kepala Sastpol PP Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sudah ada kesepakatan antara Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul dengan pemilik untuk menyelesaikan temuan sampah di Kalurahan Giring.
BACA JUGA: Kiriman Sampah dari Luar Daerah Ditemukan di Paliyan Gunungkidul
Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani masalah penegakan perda, maka Satpol PP ikut dalam pengawasan guna memastikan sampah sudah dikelola sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.
“Diketahui lokasi pembuangan merupakan lahan milik pelaku. Tapi, sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan dengan mengelola secara mandiri,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).
Guna memastikan sudah ditangani, pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi penemuan. Meski demikian, Edy mengakui hingga sekarang belum ada sanksi karena pembuangan secara illegal baru dilakukan pertama kali.
“Hanya diminta membersihkan dan tidak boleh dibuang secara sembarangan. Tapi, kalau mengulang maka akan ada sanksi lebih tegas,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya ikut mengawasi proses penanganan sampah illegal di Kalurahan Giring. Diketahui tumpukan sampah ditemukan di Padukuhan Candi dan Kendal.
“Hasil monitoring sudah mulai dibersihkan dan harapannya bisa segera hilang tumpukan sampah tersebut,” katanya.
Menurut dia, pasca-temuan pemilik berjanji untuk mengelola sendiri. Hasil identifikasi di lapangan, tumpukan sampah bisa diangkut oleh sekitar enam truk, karena panjang tumpukan sampah sekitar 20 meter dengan ketebalan sampai dua meter dan lebar dua meter.
Meski demikian, ia memastikan temuan ini bukan sampah yang baru. Adapun jenisnya ada sisa kain dari konveksi dipendam dan dikeruk dibawa ke lokasi hingga sampah anorganik. “Sudah tidak ada kerumunan lalat dan juga tidak berbau,” katanya.
Menurut dia, upaya penelusuran langsung dilakukan dengan berkoordinasi dengan panewu maupun lurah setempat. Adapun hasilnya diketahui pemilih sampah tersebut berasal dari wilayah Bantul.
“Dari pengakuan pemilik sampah sebenarnya sudah lama dipendam di wilayah Sekarsuli di Bantul. Namun karena di lokasi pembuangan akan didirikan bangunan, maka dikeruk kemudian dibuang ke Gunungkidul,” kata Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.