Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Sejumlah pengendara melintas di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Untuk mengurangi risiko longor dilakukan pemlesteran dengan cor beton di area perbukitan di sekitaran jalan tersebut, Kamis (21/8/2025). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk mengurangi risiko rawan longsor di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari terus dilakukan. Salah satunya dengan Teknik shortcrete, yakni penyemprotan beton ke dinding tebing yang berpotensi rawan longsor.
Salah seorang warga di Padukuhan Plasan, Watugajah, Gedangsari, Saminah mengatakan, normalisasi Tanjakan Clongop dilaksanakan di 2024 dan jalan baru ini sudah bisa digunakan untuk akses Masyarakat sejak awal tahun. Pasca-pembukaan terjadi longsor karena lokasinya berada di tebing perbukitan.
“Longsornya sekitar Maret dan terus dilakukan upaya pengerukan karena material longsor sempat menutup jalan. Akibatnya akses warga jadi terkendala,” kata Saminah, Jumat (22/8/2025).
Dia menjelaskan, pada awalnya pengerjaan hanya dilakukan pemerataan dan pembersihan material longsoran. Namun, mulai satu bulan lalu dilakukan pemlesteran di tebing-tebing yang rawan longsor.
“Hingga sekarang pemlesteran tebing rawan longsor di jalan baru di Tanjakan Clongop masih berlangsung,” katanya.
Diharapkan dengan adanya penanganan ini, maka potensi longsor dapat ditekan. Pasalnya, saat terjadi longsor tidak hanya mengganggu akses jalan, tapi aktivitas berkurang sehingga berpengaruh terhadap lapak jualan yang dilakukan di jalan baru ini. “Harapannya tidak terjadi longsor lagi,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, One Sigit Hermanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya program pemlesteran di tebing rawan longsor di jalan baru di Tanjakan Clongop. Teknik ini dikenal dengan sebutan shortcerte, yakni penyemprotan cor beton ke dinding lereng.
Tujuan dari pengecoran untuk mengurangi risiko longsor saat terjadi hujan deras. Pasalnya, di sekitar jalan baru masuk wilayah rawan longsor karena berada di area perbukitan.
“Dulu sempat terjadi longsor, yang ditangani dengan pembersihan dan pemerataan di lokasi. Tapi, untuk optimalisasi serta mengurangi risiko longsor lagi dilakukan pekerjaan shortcerte,” katanya.
One menambahkan, pengerjaan dengan Teknik shorcerte bukan hal baru di area jalan baru di Tanjakan Clongop. Pasalnya, di tahun sebelumnya juga dilakukan pemlesteran dengan cor beton di aera dinding tebing.
“Kalau 2024 yang dikerjakan di bagian bawah, tapi sekarang di bagian atas atau lokasi yang pernah longsor pada Maret lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.
Liverpool vs Tottenham di Carabao Cup, Rabu dini hari. The Reds mengejar gelar ke-11, Spurs mencari momentum setelah paceklik gol.