SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Suasana sidang kasus penipuan perusahaan yang digelar di PN Bantul pada Senin (25/8/2025)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL – Sidang perdana kasus dugaan penipuan dengan terdakwa YAM digelar di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (25/8/2025), dengan agenda pembacaan dakwaan. Sidang dipimpin Hakim Ketua Gatot Raharjo.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irdhany Kusmarasari dalam dakwaannya menyebut YAM dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Perkara ini bermula pada akhir Mei 2023 ketika korban, Abi Husni, mengaku dirugikan setelah terdakwa berpura-pura membeli perusahaannya dengan nilai kesepakatan Rp2 miliar.
Sebagai tanda jadi, terdakwa memberikan uang muka Rp50 juta dan meyakinkan korban untuk mengalihkan akta CV perusahaan dengan dalih sebagai syarat pengajuan pinjaman bank. Namun, pinjaman tersebut tidak pernah terealisasi. Setelah pengalihan akta dan YAM menjabat sebagai direktur, manajemen perusahaan sepenuhnya diambil alih.
“Seluruh omzet masuk ke rekening terdakwa. Gaji sekitar 30 karyawan tidak dibayarkan hingga memicu aksi demo, sementara kewajiban pembayaran ke pemasok bahan baku juga mangkrak,” papar JPU dalam dakwaan.
BACA JUGA: Polres Bantul Limpahkan Tersangka Kasus Penipuan Pembelian Perusahaan ke Kejaksaan
Dalam persidangan, terdakwa tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan. Kuasa hukum YAM, Rudy Wijanarko menyatakan, pihaknya memilih langsung masuk ke pokok perkara.
“Secara substansi kami melihat tidak ada hal yang menjadi materi eksepsi, sehingga kami langsung ke pokok perkara,” kata Rudy seusai sidang. Ia menyebut pihaknya akan menyiapkan saksi dan bukti pada agenda pembuktian.
Sidang selanjutnya dijadwalkan pada Senin (8/9/2025) dengan agenda pembuktian. Masa tahanan terdakwa akan berakhir pada 17 September, sehingga kemungkinan persidangan digelar lebih intensif agar putusan dapat dijatuhkan sebelum tenggat waktu penahanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Prabowo targetkan BUMN tinggal 250 perusahaan tanpa PHK. Perampingan berpotensi hemat hingga Rp50 triliun per tahun.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Daftar 32 besar Piala Dunia 2026 mulai lengkap. Tim unggulan lolos, kuda hitam bikin kejutan di fase gugur.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.