Karya Batik Raksasa 8,1 Meter dari Kulonprogo Bawa Pesan Persatuan
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Foto ilustrasi Gedung Olahraga. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo merehabilitasi Gelanggang olahraga (Gor) Cangkring di Giripeni, Wates, Kulonprogo. Pengerjaannya baru dimulai belum lama ini setelah lelang selesai. Rehabilitasi ditargetkan selesai pada Desember 2025, sehingga bisa digunakan kembali.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Dian Putera Karana, menegaskan rehabilitasi diupayakan rampung 1 Desember 2025. Menurutnya, perbaikan Gor Cangkring dilakukan pada bagian atap yang kondisinya sudah tidak memadai.
"Atapnya bocor sehingga angin dan air hujan bisa masuk, di bagian dalam ada plafon rusak, catnya juga kusam," katanya, Senin (25/8/2025). Berdasarkan kondisi tersebut, rehabilitasi sangat diperlukan demi keamanan dan kenyamanan pengguna.
BACA JUGA: Pemangkasan Danais Memperlambat Pembangunan Taman Budaya Sleman
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Suyono, menambahkan rehabilitasi menelan anggaran Rp759,9 juta. Perbaikan meliputi bagian atap, plafon, pemasangan lisplang dan pengecatan. "Pemasangan lisplang menempel dengan atap sisi utara, selatan, barat, dan timur," katanya.
Saat ini progres rehabilitasi baru mencapai 5,62% karena proses rehabilitasi baru dimulai. Namun, capaian tersebut cukup positif karena melebihi jadwal. "Progresnya sampai 24 Agustus sebesar 5,62 persen dari target 2,62 persen, sehingga capaian itu positif," ungkapnya. Gor Cangkring menjadi tempat representatif di Kulonprogo untuk menyelenggarakan olahraga jenis bela diri ataupun voli. Di 2025 ini hanya Gor Cangkring yang diperbaiki.
Fasilitas olahraga lainnya belum direncanakan. Untuk 2026 Disdikpora Kulonprogo akan melihat anggaran terlebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah