TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung hasil tangkapan ikan nelayan untuk memasok kebutuhan gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (26/8/2025).
“Hasil tangkapan nelayan Gunungkidul harus bisa dimanfaatkan untuk program makan bergizi gratis. Salah satunya dalam proses memasok bahan baku lauk yang disajikan ke anak-anak penerima manfaat,” kata Endah.
Menurut dia, adanya program pasokan makan bergizi bagi anak sekolah ini menjadi peluang yang bagus bagi nelayan. Hal ini dikarenakan adanya kerja sama akan menjadi hubungan yang saling menguntungkan karena di satu sisi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Adapun di sisi lainnya, juga sebagai upaya menjaga stok bahan baku untuk lauknya. Endah mengungkapkan, ikan laut memiliki kandungan gizi yang baik sehingga sangat cocok untuk mendukung kecerdasan anak-anak penerima manfaat.
BACA JUGA: Subsidi Dipangkas, Pendapatan Trans Jogja Harus Tetap Meningkat
“Makanya kami dorong agar hasil tangkapan ikan nelayan Gunungkidul bisa memasok kebutuhan makan bergizi gratis,” katanya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa harus ada komitmen dari nelayan agar menjaga kualitas ikan yang ditangkap tetap segar dan tidak rusak.
“Kualitasnya harus bisa dijaga karena ini penting guna menjaga kandungan gizi di dalamnya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul ini.
Ketua HNSI DIY, KPH Wironegoro sependapat dengan gagasan dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih.
Menurut dia, sudah ada program uji coba untuk memasok kebutuhan gizi di salah satu kalurahan dalam program makan bergizi gratis.
“Ini sedang kami kalkukasi untuk kebutuhan hingga pemenuhan dalam program makan bergizi gratis. Yang jelas, kami sepakat bahwa nelayan harus ikut berdaya agar lebih sejahtera,” katanya.
Wironegoro mengungkapkan pemberdayaan nelayan ini juga sejalan dengan visi dan misi dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang ingin menjadikan kawasan pesisir sebagai halaman muka di DIY.
“Jadi, kami mendukung program ini karena memang di pesisir Selatan memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan demi kesejahteraan Masyarakat, khususnya para nelayan,” katanya.
Selain ingin hasil perikanan dipergunakan memenuhi program makan bergizi gratis, ia juga memfokuskan untuk mewujudka Kampung Nelayan Merah Putih di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. “Harus didukung karena juga menjadi bagian meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.