Harga Pangan Turun! Jogja Alami Deflasi Usai Lebaran
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Ilustrasi pemilahan sampah. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Warga Kelurahan Bumijo, Jetis, berupaya mengolah sampah anorganik yang dihasilkan dengan berbagai metode. Berbagai metode pengolahan sampah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pengolahan sampah di wilayah tersebut.
Lurah Bumijo, Ani Purwanti menyampaikan warga Bumijo telah mengolah sampah anorganik secara mandiri. Dia menuturkan di Bumijo telah ada Pusat Daur Ulang (PDU) Papa Ndulang Mami dan Bank Sampah Jlantra sebagai pusat pengelolaan sampah anorganik di Bumijo.
"PDU Papa Ndulang Mami sebagai pusat edukasi dan praktik pengllahan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna," katanya, Rabu (27/8/2025).
Menurut Ani, ada banyak sampah anorganik yang selama ini dapat dimanfaatkan menjadi produk baru dengan melewati proses daur ulang. Ketika sudah diolah, sampah anorganik tersebut akan memiliki nilai ekonomi. pun Beberapa sampah anorganik tersebut antara lain botol plastik, kemasan sekali pakai, dan kertas bekas.
BACA JUGA: Masyarakat Lintas Agama Gotong Royong Bersihkan Sampah di Kali Code
Selain itu, menurutnya, warga Bumijo juga telah menyalurkan sampah anorganik melalui Bank Sampah Jlantra. Melalui bank sampah tersebut, warga dapat menyalurkan berbagai jenis sampah anorganiknya ke sana dengan mendaftar sebagai nasabah bank sampah. Nantinya, warga akan mendapatkan tabungan dari hasil penjualan sampahnya.
"Melalui sistem yang sederhana, warga dapat menukarkan sampah anorganik dengan tabungan atau untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Dia menilai dua metode pengolahan sampah anorganik tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat di Bumijo.
"Pengolahan sampah anorganik ini diperlukan agar sampah yang ada tidak langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir [TPA]," katanya.
Dia pun berharap agar semakin banyak warga Bumijo yang mengolah sampah anorganiknya menjadi produk baru. Dengan begitu, dia pun berharap agar ada penurunan volume sampah anorganik di Kota Jogja. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.