Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari berhenti melaut sejak dua hari lalu. Aktivitas penangkapan dihentikan sementara karena cuaca buruk dan adanya gelombang tinggi di laut.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Sumardi mengatakan, dalam dua hari terakhir terjadi cuaca buruk. Hal ini ditandai adanya hujan dan angin kencang di musim kemarau.
Kondisi itu membuat nelayan menghentikan sementara aktivitas mencari ikan di laut. “Nelayan tidak melaut karena demi alasan keselamatan,” kata Mardi saat dihubungi, Kamis (28/8/2025).
BACA JUGA: Korupsi Kuota Haji, KPK Panggil Lima Saksi Tambahan
Menurut dia, kondisi di laut juga sedang terjadi gelombang tinggi. Tidak adanya aktivitqas menangkap ikan digunakan para nelayan untuk memerbaiki kapal maupun alat penangkapan.
“Tujuannya saat kondisi laut kembali normal bisa digunakan menangkap dengan baik,” katanya.
Selain memerbaiki sarana penangkapan, ada juga para nelayan yang beraktivitas di ladang atau mengurusi ternak peliharaannya. “Memang tidak melaut, tapi tetap ada aktivitas mengurusi ternak atau bercocok tanam,” katanya.
Mardi berharap cuaca buruk yang melanda di Pantai Selatan bisa segera berakhir sehingga para nelayan kembali dapat beraktivitas di laut. “Mudah-mudahan segera membaik dan kami bisa kembali menangkap ikan di laut,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono saat dikonfirmasi membenarkan kondisi saat ini sedang terjadi gelombang tinggi. Berdasarkan prakiraan dari BMKG ketinggian gelombang mencapai empat meter sehingga sangat berbahaya untuk tetap beraktivitas di laut.
“Sudah dua hari terjadi gelombang tinggi dan diprediksi akan berakhir besok [Jumat 29/8/2025],” katanya.
Menurut dia, dampak dari adanya gelombang tinggi, maka para nelayan memilih untuk tidak melaut sementara waktu. “Nelayan menunggu kondisi benar-benar aman untuk melanjutkan aktivitas mencari ikan di laut. Kalau sekarang, kondisinya sedang tidak baik dan berbahaya,” katanya.
BACA JUGA: Jogja Berpotensi Hujan dan Angin Kencang, Ini Sebabnya
Marjono menambahkan, akan terus memperbaharui informasi berkaitan dengan ketinggian gelombang. Diharapkan para nelayan terus waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di laut.
“Jangan memaksakan diri kalau kondis sedang terjadi cuaca buruk atau gelombang tinggi. Beraktivita boleh, tapi keselamatan tetap yang utama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.