Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memberikan penjelasan terkait standar operasional prosedur (SOP) konsumsi makanan agar tidak menimbulkan potensi keracunan. Hal ini juga menjelaskan kemungkinan penyebab dugaan keracunan pangan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 3 Berbah.
Pengawas Farmasi dan Makanan Dinkes Sleman, Gunanto, mengatakan SOP konsumsi makanan adalah empat jam setelah makanan selesai dimasak. Informasi yang pihaknya dapat, menu MBG hari Selasa (26/8/2025) selesai dimasak pukul 07.30 WIB. Makanan ini baru dikonsumsi pukul 12.00 WIB.
“Informasi yang kami dapat terkait menu MBG di SMPN 3 Berbah itu setelah selesai dimasak pukul 07.30 WIB, lalu dikirim pukul 09.00 WIB,” kata Gunanto dihubungi, Kamis (28/8/2025).
BACA JUGA: Mayat Bayi Dibungkus Plastik Ditemukan di Maguwoharjo Sleman
Apabila mendasarkan pada penjelasan Gunanto, menu MBG baru dikonsumsi 5,5 jam setelah makanan selesai dimasak. Jeda yang cukup panjang ini diduga memunculkan potensi perubahan kandungan dalam makanan sehingga bersifat racun.
Guna mengawal program MBG, Dinkes ikut terlibat dalam pengawasan. Dinkes saat ini sedang melakukan intensifikasi pelatihan bagi petugas SPPG untuk mengantisipasi kejadian serupa, baik kepada petugas masak, pemilah bahan, hingga petugas cuci.
Hingga sekarang sudah ada sembilan SPPG mendapat pelatihan dari Dinkes Sleman. Ada tiga SPPG juga yang sedang proses pelatihan. Salah satu materi adalah tentang cemaran pangan dan potensi penyakit.
“Hasil Penyelidikan Epidemiologi kami menyatakan ada jeda waktu cukup panjang mulai dari makanan diterima sekolah dengan konsumsi makanan oleh murid,” katanya.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, mengatakan meski SPPG telah mengecek makanan, guru tetap harus melakukan pengecekan ulang. Ini merupakan protokol penyajian dan distribusi menu MBG. Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak kejadian tidak terduga selama proses pengiriman.
Istilah pengecekan ini adalah organoleptik yang menggunakan panca indra. Guru perlu melihat bentuk dan mencium bau makanan, lalu mencicipi dengan lidah agar proses pengecekan berjalan baik. Pengecekan ketat ini seharusnya dapat menghindarkan potensi keracunan pangan pangan.
“Terkait prosedur tetap [protap], informasi yang saya sampaikan sebaiknya perlu ada koordinasi dengan koordinator wilayah SPPG. Soalnya itu protap mereka,” kata Cahya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.