Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Foto ilustrasi siswa sekolah. - Foto dibuat oleh AI Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan memberikan bantuan senilai Rp9 miliar untuk Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan diberikan dalam bentuk laptop hingga alat permainan edukatif.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan di Masyarakat. Oleh karena itu, rutin diberikan bantuan Pendidikan, yang salah satunya diberikan ke Paud dan TK.
BACA JUGA: Strategi Bupati Gunungkidul untuk Naikkan Pajak
“Total bantuan yang diberikan tahun ini mencapai Rp9 miliar. untuk 186 Paud setingkat TK di Gunungkidul,” kata Nunuk kepada wartawan, Senin (1/9/2025).
Rincian TK yang mendapatkan bantuan di antaranya empat TK negeri. Sedangkan sisanya diberikan kepada TK swasta yang tersebar di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Dia menjelaskan, bantuan diberikan dalam tiga jenis. Pertama, untuk alat pembelajaran berupa laptop yang sudah melalui proses pengadaan.
Adapun paket selanjutnya terdiri dari alat permainan edukatif dan buku untuk koleksi perpustakaan. Kedua paket ini, lanjut Nunuk, masih dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar sehingga segera dibagikan ke TK yang berhak mendapatkan bantuan alat pembelajaran,” katanya.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menunjang sarana pembelajaran edukatif pada anak-anak di masing-masing TK. “Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk merangsang proses pembelajaran di satuan pembelajaran ayng ada,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih mengatakan, Puad atau TK merupakan pondasi untuk Pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, memiliki peran yang penting sehingga keberadaannya harus terus diperhatikan.
“Sebagai pondasi layaknya konstruksi bangunan, maka harus diperkuat. Begitu juga dengan Paud dan TK, harus diperharikan karena menjadi modal awal untuk anak-anak belajar,” katanya.
Menurut dia, bantuan yang diberikan bukan sekadar alat, tapi juga menjadi investasi masa depan. Pihaknya berkomitmen untuk terus memajukan mutu Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.
“Alat permainan edukatif bisa merangsang kecerdasan anak. Begitu juga dengan laptop yang bisa membantu pembelajaran para guru hingga keberadaan koleksi buku perpustakaan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.