Sapi 1 Ton Asal Gunungkidul Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Foto ilustrasi siswa sekolah. - Foto dibuat oleh AI Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan memberikan bantuan senilai Rp9 miliar untuk Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan diberikan dalam bentuk laptop hingga alat permainan edukatif.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan di Masyarakat. Oleh karena itu, rutin diberikan bantuan Pendidikan, yang salah satunya diberikan ke Paud dan TK.
BACA JUGA: Strategi Bupati Gunungkidul untuk Naikkan Pajak
“Total bantuan yang diberikan tahun ini mencapai Rp9 miliar. untuk 186 Paud setingkat TK di Gunungkidul,” kata Nunuk kepada wartawan, Senin (1/9/2025).
Rincian TK yang mendapatkan bantuan di antaranya empat TK negeri. Sedangkan sisanya diberikan kepada TK swasta yang tersebar di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Dia menjelaskan, bantuan diberikan dalam tiga jenis. Pertama, untuk alat pembelajaran berupa laptop yang sudah melalui proses pengadaan.
Adapun paket selanjutnya terdiri dari alat permainan edukatif dan buku untuk koleksi perpustakaan. Kedua paket ini, lanjut Nunuk, masih dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar sehingga segera dibagikan ke TK yang berhak mendapatkan bantuan alat pembelajaran,” katanya.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menunjang sarana pembelajaran edukatif pada anak-anak di masing-masing TK. “Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk merangsang proses pembelajaran di satuan pembelajaran ayng ada,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih mengatakan, Puad atau TK merupakan pondasi untuk Pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, memiliki peran yang penting sehingga keberadaannya harus terus diperhatikan.
“Sebagai pondasi layaknya konstruksi bangunan, maka harus diperkuat. Begitu juga dengan Paud dan TK, harus diperharikan karena menjadi modal awal untuk anak-anak belajar,” katanya.
Menurut dia, bantuan yang diberikan bukan sekadar alat, tapi juga menjadi investasi masa depan. Pihaknya berkomitmen untuk terus memajukan mutu Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.
“Alat permainan edukatif bisa merangsang kecerdasan anak. Begitu juga dengan laptop yang bisa membantu pembelajaran para guru hingga keberadaan koleksi buku perpustakaan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.