Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Ilustrasi perempuan tidak bahagia - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO – Seorang perempuan bernama Agustina Cahyaningsih Warga Padukuhan Kasihan I, Kalurahan Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo diduga hilang sejak Sabtu 16 Agustus 2025. Agustina tidak pulang ke rumahnya selama lebih dari dua pekan. Awalnya Agustina berangkat kerja di dekat Kantor Kalurahan Ngentakrejo, tetapi ketika dijemput perempuan berusia 20 tahun itu malah tidak ada di lokasi.
Dukuh Kasihan I, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo Desi Nurhayati membenarkan hilangnya salah satu warganya tersebut sejak pertengahan Agustus sampai sekarang belum kembali ke rumahnya. Peristiwa itu berawal pada Sabtu 16 Agustus 2025 lalu pamit kerja seperti biasanya. Agustina bekerja di salah satu konter ponsel yang berlokasi di Ngentakrejo juga. “Agustina ini kembar saat pagi diantar kembarannya berangkat kerja. Biasanya ganti shift pukul 14.30 WIB pulang,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).
BACA JUGA: Temuan 5 Jenazah Satu Liang di Indramayu Diduga Korban Pembunuhan
Ketika hendak dijemput, Agustina meminta nanti saja pukul 16.00 WIB dengan alasan ingin membeli mie ayam terlebih dahulu. Dituruti sesuai kemauannya, sang ayah pun menjemputnya pukul 16.00 WIB ke tempat kerjanya. “Saat tiba di konter HP tempat Agustina bekerja orangnya sudah tidak berada di sana entah ke mana,” kata Desi.
Setelah itu, Selama sekitar 10 hari keluarga dan Agustina masih saling berkomunikasi lewat HP. Lantas kepada keluarganya Agustina mengaku sedang berada di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Namun, karena Agustina tidak kunjung pulang ke rumahnya sehingga keluarganya khawatir. Lantas berinisiatif berusaha mencarinya di wilayah Sentolo. Tetapi proses pencariannya tidak membuahkan hasil.
“Malah setelah 10 hari tidak pulang ke rumah, Agustina menghubungi keluarganya menggunakan nomor WhatsApp tidak dikenal karena nomor lamanya terblokir,” kata Desi.
Keluarga pun tidak mengetahui Agustina memakai nomor WA siapa itu. Lantaran memang tidak pernah berkomunikasi dengan nomor tersebut. Desi mengatakan setelah menggunakan nomor WA baru itu perlahan komunikasi secara daring antara Agustina dan keluarga terputus.
“WA pakai nomor baru itu Agustina bilang mau pulang kalau sudah sukses. Setelah itu komunikasi terputus baik lewa WA ataupun media sosial lainnya,” katanya.
BACA JUGA: ODGJ Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Utara Stadion Maguwoharjo
Keluarga sudah membuat laporan ke pihak berwajib karena merasa panik dan khawatirnya dengan kondisi Agustina. Hingga saat ini keberadaan Agustina masih misterius keluarga dan tetangga sekitar tidak ada yang mengetahuinya. Keluarganya sendiri tidak pernah mengetahui anaknya pergi kemana. “Pelacakan polisi terpantau di wilayah Jawa Tengah tetapi belum mengetahui secara pasti,” ujarnya.
Lurah Ngentakrejo, Sumardi pun membenarkan warganya yang diduga hilang tersebut. Menurutnya, sekarang sedang dilakukan pencarian terhadap Agustina. Pihaknya berupaya membantu proses pencarian secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya
BRSPA Dinsos DIY menggelar Peningkatan Kapasitas Safeguarding Bagi Pengelola Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Kantor Kalurahan Sendangtirto.
Taiwan perpanjang bebas visa untuk Thailand, Filipina, Brunei—Indonesia belum masuk! Wisatawan dapat tinggal 14 hari mulai 1 Agustus 2026. Simak syaratnya di si
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi