Sleman Siapkan Rp46,6 Juta untuk Atlet dan Pelatih Peparpeda
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp46,6 juta sebagai penghargaan bagi atlet dan pelatih berprestasi di Peparpeda DIY 2026.
Potret Pos Polisi Monjali yang dirusak orang tak dikenal. - Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UII) Mahfud MD menilai DIY menjadi barometer dalam menggambarkan ketentraman di Indonesia. Mahfud pun menyoroti kejadian pelemparan bom molotov di beberapa lokasi di DIY yang terjadi pada Kamis (4/9/2025).
“Jogja itu barometer [ketentraman di Indonesia], kalau Jogja panas, biasanya seluruh Indonesia ikutan panas. Kalau Jogja masih dingin, biasanya semuanya bisa dingin,” katanya, Kamis (4/9/2025).
Oleh karena itu, Mahfud mendorong agar seluruh pihak menjaga ketentraman di DIY. Pasalnya, ketika ketentraman di DIY tercipta, maka dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
BACA JUGA: DPR RI Berpeluang Ambil Alih RUU Perampasan Aset
“Oleh sebab itu, mari kita jaga Jogja ini, jangan sampai timbul situasi chaos di sini,” katanya.
Sebagaimana diketahui beberapa lokasi di DIY dilempari bom molotov, antara lain Pos Polisi Pingit, Pos Lantas Monumen Jogja Kembali (Monjali), Pos Lantas Jombor, Pos Lantas Pelem Gurih, dan Pos Polisi Kronggahan.
Menanggapai hal tersebut, Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi menuturkan pelemparan bom molotov di Pos Polisi Pingit terjadi pada pukul 05.20 WIB.
"Saat itu ada seorang pria naik motor matic berhenti di depan Pos [Polisi Pingit], kemudian melemparkan botol berisi pertalite beserta sumbunya ke depan Kantor Lantas Pingit dan tidak meledak," katanya, Kamis (4/9/2025).
Gandung menuturkan bom molotov yang dilempar tersebut tidak meledak. Kejadian tersebut pun lantas membuat beberapa anggota Polresta Jogja yang ada di dalam Kantor Lantas Pingit keluar untuk memastikan kejadian tersebut. "Selanjutnya [anggota Polresta Jogja] mengamankan botol tersebut," katanya.
BACA JUGA: PMK Sudah Terbit, Koperasi Merah Putih Bisa Pinjam Duit ke Himbara
Lantaran bom molotov tersebu tidak meledak, maka tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materiil akibat kejadian tersebut. Polresta Jogja juga masih mendalami kejadian tersebut hingga saat ini.
"Ada pelemparan [bom molotov] dari orang yang tidak bertanggungjawab di Pos Pingit, untuk sekarang baru dalam penyelidikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp46,6 juta sebagai penghargaan bagi atlet dan pelatih berprestasi di Peparpeda DIY 2026.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.