Sapi 1 Ton Asal Gunungkidul Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul ditarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata sebesar Rp33,5 miliar di tahun ini. Hingga peretengahan September 2025, baru terealisasi sebesar Rp19,8 miliar.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, ada kenaikan target PAD wisata saat pembahasan APBD Perubahan 2025. Pada awalnya hanya mematok pendapatan Rp32 miliar, tapi dinaikan sebesar Rp1,5 miliar.
“Jadi target PAD wisata tahun ini sebesar Rp33,5 miliar,” kata Supriyanta, Kamis (18/9/2025).
BACA JUGA: BPBD Gunungkidul Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih
Ia mengakui kenaikan target ini menjadi tantangan tersendiri. Meski berat, pihaknya akan tetap berupaya memenuhi target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun ini.
Hingga pertengahan September, capaian PAD wisata yang masuk sebesar Rp19,8 miliar. Adapun dari target kunjungan wisata sebanyak 3,1 juta orang, baru terealisasi 1,9 juta pengunjung.
“Jujur berat, tapi kami tetap berusaha mencapainya,” ungkapnya.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat berat guna mencapai target pendapatan dari retribusi wisata. berdasarkan kalender yang ada, hingga akhir tahun nanti sudah tidak ada lagi momen libur panjang, kecuali untuk perayaan natal dan tahun baru.
Ketiadaan libur panjang diperkirakan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata ke Bumi Handayani. Di sisi lain, kata Supriyanta, destinasi pariwisata Gunungkidul didominasi wisata alam sehingga sangat rentan terhadap dampak dari cuaca ekstrem.
“Jelas saat terjadi bencana sangat berdampak dan berpotensi memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan yang datang,” katanya.
Supriyanta menambahkan, kondisi perekonomian masyarakat yang belum bagus dan situasi secara nasional belum sepenuhnya kondusif akan memberikan dampak. Ia menganalisa, calon wisatawan akan memprioritaskan kebutuhan utama untuk hidup dibanding berwisata.
“Tetap ada upaya untuk meningkatkan kunjungan speerti promosi yang lebih masiff. Selain itu, juga masih ada even yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan berkunjung,” katanya.
Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti menilai PAD dari sektor wisata masih bisa ditingkatkan. Menurut dia, potensi-potensi kebocoran harus ditekan sehingga pendapatan yang diperoleh bisa dimaksimalkan.
Salah satu upaya untuk menekannya, dapat dilakukan dengan membuat terobosan dalam penarikan. Salah satunya dengan membuka opsi dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Penarikan dengan menggandeng pihak ketiga sudah dilakukan untuk retribusi parkir. Hasilnya pun meningkat dari awalnya hanya ratusan juta per tahun bisa menjadi Rp2 miliar. Skema ini bisa diterapkan untuk mengoptimalkan retribusi wisata,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.