Keparakan Gelar Pelatihan Daur Ulang Anorganik dan Eco Brick
Pelatihan daur ulang anorganik dan eco brick di Keparakan dorong pengelolaan sampah rumah tangga lebih kreatif dan mandiri.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA–Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Jogja sejak beberapa waktu lalu. BBWSO menargetkan normalisasi sungai tersebut akan rampung pada Oktober 2025.
Kepala BBWSO, Maryadi Utama menuturkan pembersihan sedimen sungai telah berlangsung hampir dua bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut pihaknya telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengeruk sedimentasi di Sungi Code.
“Sudah hampir dua bulan kita membersihkan Kali Code dari sedimen. Ini masih berjalan, insyaallah akhir Oktober bisa selesai,” ujarnya acara Bersih-bersih Sungai dan Tebar Benih Ikan di Sungai Perkotaan Jogja, Jumat (19/9/2025).
BACA JUGA: Penataan Kali Code Harus Libatkan dan Sejahterakan Masyarakat
Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya telah mengeruk sedimen yang ada di sisi kanan dan kiri sungai. Sediman yang ada di sana nantinya akan diangkut ke lahan milik Pemkot Jogja yang memerlukan urugan. Pengerukan tersebut menurutnya dapat memperlancar aliran sungai dan meningkatkan volume tampungan sungai ketika musim penghujan.
Maryadi menambahkan setelah proses normalisasi di Kali Code selesai, pihaknya berencana melanjutkan pengerukan sedimen di Sungai Winongo dan Gajahwong.
Lebih lanjut dia pun mengimbau agar masyarakat Kota Jogja menjaga kebersihan di sekitar bantaran sungai. Dia meminta masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.
“Kami minta tolong diviralkan. Ini bagian dari upaya menyuarakan bersih-bersih sungai, sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata dan ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Prawirodirjan, Shodiq Ritwanto mendukung upaya normalisasi sungai tersebut. Menurutnya upaya tersebut dapat meningkatkan kebersihan sungai di sana.
BACA JUGA: Harga Ayam Potong di Bantul Naik, Pedagang Mengaku Penjualan Turun
Dia menyebut banyak aktivitas warga yang diselenggarakan di sekitar Bendung Mergangsan. Selain itu, menurutnya sungai tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata berbasis air ketika kebersihan sungai di sana terjaga. Karena itu menurutnya dengan kondisi lingkungan yang bersih maka akan mendukung kegiatan yang ada di sana.
“Kita berharap Sungai Code kedepannya bisa menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang diinisiasi Pokdarwis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatihan daur ulang anorganik dan eco brick di Keparakan dorong pengelolaan sampah rumah tangga lebih kreatif dan mandiri.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.