Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi dana atau anggaran./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tetap akan melanjutkan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Maritim pada 2026. Namun dengan anggaran yang terbatas, kemungkinan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, menjelaskan pada tahun ini prigram BKK Desa Maritim dilaksanakan di tiga kalurahan yakni Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul; Girikarto, Panggang, Gunungkidul; dan Poncosari, Srandakan, Bantul.
Memasuki bulan ke sembilan 2025 ini, beberapa kalurahan sudah mengajukan keegiatan untuk mendapatkan BKK Desa Maritim. Namun Pemda DIY belum memberikan kepastian kalurahan mana saja yang akan mendapatkannya dan berapa besaran anggarannya.
Meski demikian, pihaknya memastikan jika 2026 program ini masih tetap berlanjut walau dengan anggaran terbatas. “Insyaalloh 2026 akan ada BKK Desa Maritim. Hanya saja sepertinya tidak banyak karena dengan alokasi anggaran yang sekarang terbatas,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Adapun anggaran pada tahun ini pun menurutnya juga sudah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia memberi gambaran jika pada tahun-tahun awal penyelenggaraan program ini kalurahan bisa mendapat Rp500-Rp750 juta, saat ini hanya berkisar Rp200-300 juta.
Dari sisi jumlah kalurahan juga pada tahun ini mengalami penurunan. Pada 2021 ada sebanyak lima kalurahan, 2022 ada tuju kalurahan, 2023 ada enam kalurahan, 2024 ada lima kalurahan dan tahun ini hanya tiga kalurahan. “Kalurahannya berganti-ganti. Ada yang sekali, dua kali, tiga tahun berturut-turut, tergantung kebutuhan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Viral SPPG di Sleman Minta Sekolah Rahasiakan Jika Terjadi Keracunan MBG
Dari sisi realisasi kegiatan menurutnya sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Ia mencontohkan seperti di Kalurahan Poncosari yang belum lama ini dievaluasi. Kalurahan yang sudah dua tahun menerima BKK Desa Maritim ini mengalokasikan anggaran untuk berbagai kegiatan, salah satunya budidaya ikan lele kolam bundar.
“Sistem budidaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian desa maritim di DIY. Saya melihat selama dua tahun ini luar biasa, bisa berkembang pesat dan memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata dia.
Di kalurahan tersebut juga dijalankan beberapa kegiatan lain seperti penangkapan ikan, pengolahan ikan dan rumput laut serta wisata edukasi maritim. Sementara di Desa Maritim lainnya kegiatannya juga beragam mulai dari produksi ikan hingga wisata maritim.
“Kegiatannya macam-macam, ada yang digunakan untuk pembangunan rumah produksi olahan ikan, kios maritim, kios olahan seafood, pasar ikan segar, pengadaan sarana-prasarana wisata maritim yang mendukung Desa Maritim, ada wisata kano dan sebagainya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Hacker memanfaatkan iklan Google dan Claude AI untuk menyebarkan malware pencuri password dan data pengguna Mac.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.