Pasar Murah Gunungkidul Besok Sediakan 6 Ton Bahan Pokok
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.
Kapal sekoci ditambatkan di dermaga Pelabuhan Sadeng, Girisubo, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelabuhan Perikanan Sadeng, Desa Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul, menyimpan potensi konflik antarnelayan. Riak-riak masalah mulai muncul, salah satunya adanya kesenjangan antara nelayan sekoci dan nelayan kapal-kapal besar.
Masalah ini diakui Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Barokah di Pantai Sadeng, Badri. Menurut dia, potensi kunflik muncul sejak datangnya bantuan kapal inkamina 30 gross ton (GT) pada 2013. Keberadaan kapal-kapal besar ini menimbulkan persaingan dengan nelayan sekoci yang sudah tinggal terlebih dahulu. “Ujung-ujungnya ada masalah penghasilan,” kata Badri saat dihubungi melalui ponsel, Senin (26/8).
Ia menuturkan sengkarut sesama nelayan tambah rumit dengan munculnya masalah area penangkapan. Badri menganggap permasalahan ini bisa menjadi bom yang setiap saat meledak dan memicu terjadinya konflik. “Permasalahan ini sudah menumpuk karena sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu,” ujar dia.
Menurut dia, nelayan sudah pernah berusaha meminta bantuan ke pemerintah, tetapi tidak ada solusi yang memuaskan. “Kami hanya dilempar-lempar. Oleh dinas provinsi sudah diserahkan ke kabupaten. Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul mengatakan, penyelesaian masalah berada di kewenangan provinsi,” ujar dia.
Badri mengatakan para nelayan pun berusaha menyelesaikan masalah sendiri dengan mempertemukan dua kubu yang berseteru. “Kami bersyukur sudah ada titik temu dengan solusi adanya pembagian wilayah untuk area tangkap. Saya berharap, kesepakatan yang telah disetujui bersama bisa dilakasankan sehingga konflik tidak semakin meruncing,” ucap dia.
Sunardi, nelayan sekoci di Pantai Sadeng, mengatakan kelompok inkamina dengan sekoci sudah sepakat membagi wilayah tangkap ikan. “Lintang Delapan ke bawah menjadi area kapal sekoci, sedangkan Lintang Sembilan ke atas jadi area tangkapan kapal inkamina,” katanya.
Sunardi menuturkan sebelum adanya kesepakatan ini, banyak kapal inkamina yang mencari ikan di area Lintang Delapan. Kondisi ini pun berdampak terhadap penghasilan nelayan sekoci karena harus berebut dalam upaya penangkapan ikan.
“Jelas kami kalah karena alat yang digunakan lebih besar sana [inkamina]. Harusnya biar adil, kapal inkamina menangkap di area lintang sembilan ke atas,” tuturnya.
Buntut dari konflik adalah banyaknya kru dari kapal sekoci yang lari ke wilayah Cilacap, Jawa Tengah. “Kalau terus dibiarkan jumlah nelayan akan habis karena pindah ke tempat lain untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.
Pendaftaran Petugas Kesehatan Haji 2027 resmi dibuka hingga 26 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, dokumen, dan jadwal seleksinya.
NCT DREAM resmi memperpanjang kontrak dengan SM Entertainment. Keputusan ini memastikan grup tetap bersama menjelang perayaan 10 tahun debut.
DPRD Bantul meminta kajian investasi segera diselesaikan agar peluang ekonomi dari dua proyek strategis nasional dapat dimanfaatkan optimal.
Claude AI kini dapat mengirim, membalas, dan meneruskan email di Gmail secara otomatis. Fitur ini tersedia untuk pengguna berbayar. Anthropic juga tambahkan wat
Emil Audero belum pasti kembali ke Juventus. Keputusan Mattia Perin disebut menjadi faktor utama yang menentukan transfer kiper Timnas Indonesia itu.