8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Ilustrasi Alsintan.dok/harianjogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendapat bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Badan Pangan Nasional (BPN) dan Pemerintah Provinsi DIY. Serah terima dilakukan antara Gubernur DIY dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa di Halam Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan DIY, Jumat (26/9/2025).
Danang mengatakan bantuan alsintan tersebut akan membantu Pemkab Sleman untuk memajukan sektor pertanian Bumi Sembada. Apalagi jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) perorangan di Sleman mencapai 89.251 orang, data BPS 2024.
BACA JUGA: Sleman Tak Dapat Kouta Program Transmigrasi, Begini Alasan Kementrans
“Bantuan alsintan ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi para petani di Sleman,” kata Danang dalam keterangan tertulis.
Manfaat yang dia maksud adalah alsintan akan mempermudah dan mempercepat penggarapan lahan pertanian, sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Selain produktivitas, kualitas produk pertanian meningkat.
Peningkatan kualitas produk pertanian akan meningkatkan juga harga produk pertanian tersebut. Ketahanan pangan di Sleman juga dapat dicapai lewat bantuan alsintan.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa penyerahan alsintan ini menjadi momen penting, karena menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.
“Traktor-traktor yang berjejer ini akan kita jumpai nantinya di sawah-sawah di Provinsi DIY,” kata Sri Sultan HB X.
Jumlah bantuan mesin pertanian yang diserahkan ada total 25 unit traktor dengan rincian traktor roda dua Amberjack sejumlah delapan unit dan traktor roda 2 G3000 sejumlah 17 unit. Traktor ini akan semakin menjaga dan meningkatkan produksi beras di Sleman yang selalu surplus setiap tahunnya.
Menurut catatan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, realisasi produksi beras di Bumi Sembada sepanjang 2024 mencapai 132.201,88 ton.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, menyatakan Bumi Sembada selalu surplus beras. Dengan mempertimbangkan angka konsumsi beras masyarakat Sleman 6.290 ton per bulan, ketahanan pangan beras tercapai. Stok beras yang tersisa akhirnya dijual ke luar daerah lewat perantara.
Namun, saat ini petani di Indonesia dimudahkan dalam penjualan gabah kering panen (GKP) lantaran Perum Bulog memiliki kewajiban untuk menyerap GKP di tingkat petani. Di Sleman, mereka wajib menyerap 11.000 ton GKP pada 2025. Harga per kilogram (kg) GKP pun mencapai Rp6.500. Harga ini lebih tinggi daripada yang diberikan tengkulak Rp5.500/kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.