DPRD Jogja Dorong Cagar Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kemantren
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja, Ririk Banowati mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah.
Ririk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang diusung Pemkot Jogja dalam pengelolaan sampah. Dia menilai beberapa program pengelolaan sampah yang ada pun telah mengarah dalam pemberdayaan masyarakat.
"Kami mendukung program Pemkot yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah," ujarnya, Jumat (26/8/2025).
BACA JUGA: Belanda Kembalikan Koleksi Fosil Eugene Dubois
Dia menyebut beberapa program pengelolaan sampah yang ada telah melibatkan masyarakat, antara lain pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah. masyarakat dapat terlibat dalam menyelesaikan permasalah sampah dan mendapatkan manfaat ekonomi dari sana. Dia pun mendorong partisipasi aktif dari seluruh warga kota.
Selain itu, dia pun berharap agar tidak ada lagi tumpukan sampah di Kota Jogja. Menurutnya tumpukan sampah di Jogja pun dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.
"Kami berharap agar ada keterlibatan dari berbagi aspek, termasuk masyarakat dalam pengelolaan sampah tersebut, ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.