Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Sejumlah warga berolahraga di kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (3/10/2025)/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah mewacanakan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Sultan Agung (SSA). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola stadion agar lebih profesional, terfokus, dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Titik Sunarti mengatakan, pengelolaan SSA selama ini belum sepenuhnya mencerminkan tata kelola aset publik yang optimal. Ketiadaan UPT khusus membuat berbagai aspek operasional stadion berjalan kurang terstruktur.
“Permasalahan yang muncul antara lain perencanaan pemeliharaan fasilitas belum optimal, program pembinaan olahraga lokal belum maksimal, kebermanfaatan stadion juga rendah di luar hari pertandingan sepak bola serta sistem pengelolaan aset yang belum profesional,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Menurut Titik, pembentukan UPT SSA akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan publik. UPT dipandang mampu menjalankan tugas teknis secara lebih fokus dibandingkan bila dikelola langsung oleh OPD induk yang saat ini dijalankan oleh jawatannya.
“Sebagai fasilitas publik bernilai tinggi, stadion memerlukan pengelolaan khusus dan berkelanjutan. UPT akan mendorong akuntabilitas, memperkuat pelayanan publik, dan menjadikan SSA tidak hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, ikon pembangunan daerah, serta sarana pengembangan sport tourism,” jelasnya.
Lebih jauh, keberadaan UPT SSA diharapkan mampu membuka peluang penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Hal itu sekaligus dapat mendorong promosi daerah, meningkatkan kunjungan wisata, dan memberi dampak ekonomi bagi sektor perdagangan serta jasa di Bantul.
"Tahapannya sekarang baru kajian dan kami bersama legislatif juga telah melakukan studi lapangan dengan melihat langsung pengelolaan stadion Maguwoharjo, Sleman yang telah dikelola UPT," ungkapnya.
Ketua Komisi D DPRD Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo menyebut, wacana pembentukan UPT SSA masih menunggu hasil kajian lebih lanjut. Pihaknya bahkan baru saja melakukan studi komparasi ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang sudah berbentuk UPT.
“Hasilnya, UPT Maguwoharjo berada di bawah BPKAD bukan di bawah Disdikpora. Jadi nanti perlu dipertimbangkan secara matang, terutama terkait tata kelola fungsi, manajemen, dan optimalisasi pendapatan daerah,” kata Pramu.
Ia menambahkan, sport tourism yang kini banyak digelar di Bantul bisa menjadi salah satu peluang bagi SSA jika dikelola profesional melalui UPT. Dengan begitu, stadion kebanggaan warga Bantul itu dapat bersaing menjadi venue representatif di tingkat regional maupun nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.