Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto udara tim gabungan melakukan pembongkaran material untuk memudahkan pencarian korban bangunan mushalla ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY mengingatkan masyarakat jika hendak membangun bangunan berat dan kompleks, sebaiknya berkonsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bangunan ambruk seperti di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan kejadian di Ponpes Al Khoziny merupakan peringatan bagi seluruh masyarakat dalam mendirikan bangunan. “Saya kira ini warning bagi semua, tidak hanya di daerah yang kemaren terjadi musibah, tapi di seluruh wilayah di indonesia,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Kejadian kemaren kebetulan terjadi pada ponpes, tapi hal serupa juga berpotensi terjadi di bangunan-bangunan yang lain. “Untuk mengantisipasi, sebaiknya ketika membangun berkonsultasilah dengan pihak yg memahami itu, misal Dinas PU [Pekerjaan Umum],” katanya.
Di Dinas PU setiap daerah menurutnya memberikan layanan konsultasi pendirian bangunan. “Kan ada konsultasi terkait bangunan, kalau misalnya lantai empat strukturnya seperti apa. Apalagi bangunan bertingkat tidak bisa sembarangan. Ada risiko-risiko, bentang balok dan sebagainya harus disesuaikan,” ungkapnya.
Pemilik bangunan juga mesti mendaftarkan bangunan tersebut untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Jelas kalau itu, kalau kita minta IMB kita disuruh gambar desainnya seperti apa. Kalau itu digunakan untuk publik harus ada assessment dari dinas terkait untuk itu secara kelayakan struktur,” kata dia.
Pemda DIY tidak memiliki program khusus pengecekan bangunan di masyarakat. Namun ia memastikan ketika masyarakat membutuhkan konsultasi akan dilayani. Adapun untuk gedung pemerintahan dipastikan semuanya sudah melalui assessment.
“Kalau gedung pemerintah memang sudah ada pendampingan assessment, kita ada ACC. Harapannya semuanya, tidak hanya ponpes, kalau membangun dengan struktur agak berat sebaiknya berkoordinasi dan berkonsultasi,” paparnya.
Seperti diketahui, bangunan tiga lantai ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/10/2025). Sedikitnya 53 santri yang tengah beraktivitas di bangunan tersebut tewas dan beberapa masih belum ditemukan. Ambruknya bangunan ponpes diduga karena struktur bangunan yang tidak mendukung untuk tiga lantai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.