Pilur Gunungkidul Masuk Tahap Pendataan Pemilih di 31 Kalurahan
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Penyaluran bantuan benih ikan kepada kelompok pembudidaya di Padukuhan Branjang, Ngawis, Karangmojo. Selasa (7/10/2025)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul menyalurkan bantuan benih ikan kepada kelompok pembudidaya sebanyak 240.000 ekor. Program ini menjadi bagian untuk meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya ikan terus dilakukan. Salah satunya dilaksanakan dengan memberikan bantuan benih agar usaha yang dijalankan dapat berkembang sehingga hasilnya mampu meningkatkan perekonomian.
“Ada bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan berupa benih ikan yang terdiri dari bibit lele, nila dan gurami,” kata Damto, sapaan akrabnya, Selasa (7/10/2025).
Dia menjelaskan, total bantuan yang disalurkan sebanyak 240.000 benih. Bibit-bibit ikan ini sudah mulai didistribusikan ke 44 kelompok pembudidaya yang tersebar di sejumlah kapanewon seperti Wonosari, Ponjong, Semin, Ngawen hingga Karangmojo.
Adapun setiap lokasi menerima benih sekitar 5.000 sampai 25.000 bibiti ikan. “Bantuan perdana baru bibit lele, sedangkan untuk nila dan gurami akan menyusul,” ungkapnya.
Damto berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya ikan di perairan darat. “Program ini merupakan bentuk komitmen dari pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok pembudidaya ikan. Jadi, benih yang diberikan harus dipelihara sehingga dapat dipanen dengan baik,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Wijayanto menambahkan, program bantuan benih ikan tidak hanya untuk produktivitaas, tapi juga sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan di Masyarakat. Pasalnya, tingkat kegemaran makan ikan di Gunungkidul masih rendah.
Berdasarkan data yang ada, dalam setahun warga Gunungkidul mengkonsumsi 33,4 kilogram per kapita. Jumlah ini masih kalah dengan rerata DIY, yang angkanya mencapai 36,4 kilogram per kapita. “Konsumsi ikan kita masih rendah dan butuh ditingkatkan,” kata Johan.
Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan di sektor kelautan dan perikanan. Oleh karenanya, bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas pemberian benih untuk budidaya, tapi juga ada bantuan berupa perahu, mesin perahu hingga cold storage bagi nelayan di Gunungkidul.
“Kami juga terus memberikan pendampingan maupun pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan pembudidaya maupun nelayan dalam upaya peningkatan produktivitas di sektor perikanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Loyalitas pengguna iPhone meningkat pada 2026. Data CIRP menunjukkan 87% pembeli iPhone baru berasal dari pengguna Apple sebelumnya.
Koh Samui menjadi pulau terbaik Asia-Pasifik 2026 versi Travel + Leisure. Bali berada di posisi ketiga, sementara Sumba masuk 10 besar
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.