Uang Masjid di Semin Hilang Saat Pembangunan Belum Rampung
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Proses pembangunan kadang konservasi burung yang berlokasi di Kalurahan Giritirto, Purwosari/ Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan tempa konservasi burung di Kalurahan Giritirto, Purwosari masih berlangsung hingga sekarang. Adapun program pembangunan sudah mencapai 60% dari target yang harus diselesaikan di tahun ini.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto mengatakan, pembangunan kandang konservasi burung di Kalurahan Giritirto di tahun ini menelan anggaran Rp2,3 miliar yang bersumber dari Dana Kesitimewaan. Alokasi dipergunakan untuk membangun kandang konservasi dan instalasi mekanikal elektrik.
Menurut dia, pembangunan sudah berlansung sejak Juli lalu dan ditarget selesai sebelum akhir tahun. Adinoto mengakui, upaya pengawasan terus dilakukan untuk memastikan kualitas maupun pembangunan sesuai dengan timeline waktu yang diberikan.
“Progresnya bagus. Hingga sekarang pembangunan sudah mencapai 60% dari target yang harus selesai di tahun ini,” katanya, Rabu (10/8/2025).
Meski demikian, ia mengakui bahwa pembangunan masih akan berlangsung di tahun depan. Pasalnya, agar tempat konservasi burung bisa dioperasionalkan masih butuh waktu sekitar dua atau tiga tahun lagi.
Sebagai contoh, sambung dia, di tahun depan masih akan dilanjutkan untuk membangun gedung klinik hewan. Adapun penyelesaian juga bergatung dengan alokasi danais yang digelontorkan oleh Pemerintah DIY.
“Memang prosesnya bertahap. Untuk tahun ini difokuskan membangun kandang penangkaran,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, pembangunan aviary atau kandang besar untuk penangkaran burung sudah dimulai sejak 2023.
Saat itu, kata dia, sudah ada alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pembebasan lahan seluas 2,4 hektare. Setahun berikutnya, proses pembebasan lahan masih dilanjutkan. Di 2024, dilakukan pembebasan lahan seluas 1,9 hektare dengan biaya Rp2,1 miliar.
“Tahun lalu juga ada kegiatan pembangunan fisik untuk pagar di aviary dengan anggaran sekitar Rp800 juta. Jadi, kalau ditotal sudah ada alokasi sekitar Rp9,1 miliar untuk pembangunan dari mulai pengadaan tanah hingga konstruksi,” kata Hary.
Terpisah, Lurah Giritirto, Purwosari, Hariyono menyambut baik adanya rencana pembangunan kandang aviary di wilayahnya. Meski belum sepenuhnya terbangun, tapi rencana ini memiliki harapan yang besar bagi Masyarakat dalam upaya pembangunan kawasan.
“Kami menyambut baik karena nantinya bisa menjadi motor penggerak roda perekonomiaan Masyarakat. Jadi, kami sangat antusias dengan lokasi penangkaran burung yang digagar oleh pemerintah,” katanya.
Ia berharap proyek ini bisa segera direalisasikan karena nantinya dapat menjadi daya tarik wisata di Kalurahan Giritirto. “Nantinya bisa melengkapi objek wisata di tempat kami yang lebih dulu ada seperti Goa Cerme,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.