Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Suasana TPR Parangtritis, Rabu (4/5/2022) siang./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul terus melakukan evaluasi pasca pemindahan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di kawasan selatan menyusul beroperasinya Jembatan Pandansimo. Evaluasi dilakukan terutama pada aspek teknis dan kenyamanan petugas di lapangan.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi menyebut pemindahan TPR yang sudah berjalan lebih dari sepekan sejauh ini tidak menemui kendala yang signifikan.
“Catatan kami hanya pada hal teknis saja, terutama kenyamanan petugas di TPR non permanen karena masih menggunakan tenda. Selebihnya semua berjalan lancar,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Markus menambahkan, sejak dibukanya Jembatan Pandansimo, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama di akhir pekan. “Kalau melihat perbandingannya akhir pekan sebelum dan sesudah dibuka, naiknya sekitar 2.000 orang. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati jembatan, lalu sekalian berwisata di kawasan selatan,” katanya.
Momentum peningkatan kunjungan itu, juga ditangkap dengan berbagai kegiatan komunitas dan pemuda di sepanjang kawasan selatan melalui event-event yang mampu menarik wisatawan. "Intinya kami upayakan agar tetap ada atraksi di kawasan Pantai Bantul agar wisatawan juga semakin tertarik," ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto menilai secara teknis pemindahan TPR berjalan baik, meski masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki. “Secara teknis tidak ada kendala, penarikan retribusi tetap bisa berjalan dengan baik. Hanya saja memang petugas berharap fasilitas di TPR segera diperbaiki,” ungkapnya.
Arif menjelaskan, pembangunan pos TPR semi permanen yang menjadi solusi sementara kini tengah dikerjakan oleh Dinas PUPR. “Semi permanen yang sudah kami anggarkan di perubahan ini diharapkan selesai Oktober–November. Semoga nanti fasilitasnya lebih representatif,” ucapnya.
Namun demikian, fasilitas semi permanen tersebut masih bersifat dasar. “Belum lengkap, baru semacam gazebo. Belum ada MCK dan sarana pendukung lainnya,” kata Arif.
Ia juga menyebut, dari sisi regulasi, izin pembangunan TPR semi permanen sudah turun dari Gubernur DIY, pasalnya tanah yang digunakan berstatus Sultan Ground (SG), sehingga proses pembangunan bisa dilanjutkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.