Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) milik Pemkot mampu mengelola hingga 200 ton sampah per hari. Sementara itu, sisa sampah harian yang belum tertangani masih dikirim ke TPST Piyungan dan sebagian dikelola warga di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menuturkan volume sampah harian di Kota Jogja masih mencapai sekitar 260 ton per hari. Meski begitu, kapasitas pengolahan TPS3R belum dapat menampung seluruhnya.
“Saat ini kapasitas pengolahan di hilir [melalui TPS3R] telah mencapai 200 ton per hari,” katanya, Senin (13/10/2025).
Rajwan menyebut kondisi depo sampah kini mulai membaik. Jika sebelumnya seluruh 14 depo sampah di Kota Jogja dipenuhi tumpukan, kini hanya tersisa tiga titik yang masih menyimpan sampah.
“Kondisi depo yang dulu sangat memprihatinkan kini sudah 80 persen kosong. Kami targetkan dalam satu minggu ke depan seluruh depo bisa benar-benar bersih,” tegasnya.
Menurut dia, sisa sekitar 60 ton sampah per hari saat ini sebagian diangkut ke TPST Piyungan, dan sebagian lainnya dikelola masyarakat melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Pemkot Jogja juga mengolah sampah sapuan jalan dan sisa tanaman kering sebanyak 20 ton per hari melalui Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO). Sampah tersebut diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah anorganik tetap disalurkan ke bank-bank sampah di tingkat masyarakat.
Rajwan menegaskan, langkah tersebut bertujuan menstabilkan sistem pengelolaan sampah di Kota Jogja dengan memaksimalkan unit yang ada serta memperkuat pemilahan dari sumber.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan sejumlah depo sampah yang sebelumnya penuh kini berangsur kosong berkat peningkatan kapasitas pengolahan dan efektivitas sistem pengurangan sampah di hulu.
“Kami terus berupaya menyeimbangkan antara sampah yang masuk dan keluar dari depo,” katanya.
Hasto menambahkan, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan kepada DLHK DIY. Ia berharap kuota pembuangan yang masih tersisa sekitar 3.000 ton dapat segera ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.