Derbi DIY Terwujud, Hasto Minta Suporter PSIM-PSS Tahan Emosi
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Aksi Reresik Pondok di Di PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, pada Jumat (17/10/2025). - Ist/ Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Gerakan kebersihan lingkungan pondok pesantren di Jogja semakin digencarkan menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Melalui kegiatan “Reresik Pondok Pesantren” yang digelar serentak di lima lokasi, pemerintah kota, Kementerian Agama, pesantren, serta masyarakat bergotong royong memperkuat komitmen pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan pesantren agar tetap sehat dan nyaman.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyebut, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Lingkungan pesantren yang lekat dengan budaya gotong royong dinilai sejalan dengan semangat Segoro Amarto, yakni membangun kota bersama-sama melalui aksi nyata.
“Setiap hari pesantren menghasilkan sampah, terutama sisa makanan. Karena itu, pengelolaannya perlu direncanakan dengan baik. Di PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, misalnya, sudah mulai dibuat lubang biopori untuk mengolah sampah organik agar penanganannya tuntas di lingkungan pondok,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Hasto menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih atau reresik seharusnya menjadi bagian dari keseharian di lingkungan pesantren. Menurutnya, kebersihan tidak hanya tanggung jawab pengurus atau santri, tetapi juga warga sekitar.
“Hari ini kita lakukan reresik serentak di lima titik pondok pesantren. Ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jogja Ahmad Shidqi menuturkan, kegiatan Reresik Pondok Pesantren merupakan salah satu rangkaian peringatan HSN 2025. Program ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor untuk mengatasi persoalan sampah di perkotaan.
“Kami menggelar kegiatan di lima lokasi, yakni PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Minhajut Tamyiz Timoho, Al Barokah Tegalrejo, Bener Tegalrejo, dan Al Islam Mantrijeron. Ini menunjukkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang beragam untuk menyukseskan gerakan Mas JOS,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dipusatkan di PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, dengan kehadiran langsung Wali Kota Jogja untuk meresmikan pembukaan acara. Suasana gotong royong tampak dari keterlibatan para santri, pengurus pondok, masyarakat sekitar, dan sejumlah pihak lain dalam membersihkan lingkungan pondok.
Perwakilan pengurus PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Minan Nurrohman, menjelaskan bahwa pemilahan sampah telah dilakukan sesuai jenisnya: organik, anorganik, dan residu. Namun, pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan utama.
“Melalui gerakan Mas JOS kami mendapat edukasi tentang cara mengolah sampah organik dengan benar. Tidak semua sisa makanan bisa masuk biopori. Sisa makanan berminyak, berlemak, atau bertulang perlu dipisahkan karena dapat mengganggu proses penguraian dan menimbulkan bau,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa pihak pesantren berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Komitmen itu juga diperkuat melalui kerja sama dengan Pemkot, Kemenag, serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari gerakan Mas JOS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.