Dugaan Kekerasan Seksual, ISI Jogja Nonaktifkan Seorang Dosen
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meluncurkan 10 inovasi layanan sosial yang bisa diakses melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat. Program tersebut diharapkan menjadi upaya dalam memperkuat sistem perlindungan sosial dan pelayanan publik yang responsif.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menjelaskan layanan itu menjadi bentuk kepekaan sosial dan empati pemerintah terhadap masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara jajaran Dinsos P3A, pendamping sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda depan pelayanan sosial.
Mbak Endah, sapaan akrabnya, juga mengingatkan agar tim PKH aktif berkoordinasi dengan lurah dan dukuh dalam memutakhirkan data penerima bantuan sosial agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran. “Yang sudah mampu, cabut bantuannya. Berikan kepada yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Adapun 10 inovasi layanan Dinsos P3A Gunungkidul itu mencakup layanan psikologis, perlindungan anak, hingga jaminan kesehatan masyarakat. Masing-masing yakni Layanan Pendampingan Psikologis Perempuan dan Anak; Layanan Konseling Calon Pengantin Anak di Bawah Umur; Layanan Rujukan Masyarakat Miskin dan Kurang Mampu; Layanan Rumah Singgah bagi Orang Terlantar; serta Layanan Konsultasi Masalah Bantuan Sosial.
Selanjutnya ada juga Mekanisme Pendaftaran Bansos Masyarakat; Layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Gunungkidul; Gerakan Bersama Cegah Perkawinan Anak; Bersama Cegah Tindakan Perundungan; dan Integrasi Sistem Data Sosial Digital.
Pelaksana Tugas Kepala Dinsos P3A Gunungkidul, Markus Tri Munarja, menjelaskan inovasi ini bertujuan menghadirkan jaminan sosial yang lebih memadai dan memperkuat sinergi antarpilar sosial. “Kami ingin membangun kekompakan antara pemerintah, relawan sosial, dan mitra kerja. Inovasi ini juga sekaligus sebagai panggilan moral untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.