Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist/ BPBD Sleman
Harianjogja.com, BANTUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mulai siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem jelang puncak musim hujan pada Januari–Februari 2026 mendatang. Intensitas curah hujan diketahui sudah mulai meninggi sejak akhir Oktober ini dan diprediksi berlangsung sampai awal tahun depan.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dana darurat jika sewaktu-waktu cuaca ekstrem berdampak pada kerugian yang dialami warga dan kerusakan pada fasilitas umum.
Hanya saja, bentuknya tidak khusus seperti Belanja Tidak Terduga (BTT), tapi tetap bisa digunakan untuk menghadapi potensi banjir, longsor, maupun angin kencang. “Kami hanya menggunakan dana rutin dan dana perubahan. Tahun ini juga sepertinya pola itu masih sama,” ujar Antoni, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, saat ini BPBD hanya mengandalkan dana rutin untuk operasional siaga, sementara jika terjadi bencana besar, koordinasi akan dilakukan lintas instansi untuk proses penanganan dan perbaikannya.
“Kalau misalnya ada kerusakan rumah atau butuh logistik darurat seperti terpal dan makanan, kami siap. Hanya kalau untuk penanganan infrastruktur besar, itu biasanya langsung dikerjakan oleh instansi lain,” tambahnya.
Antoni menyebut, Bantul saat ini sedang menunggu hasil rapat koordinasi (rakor) penetapan status siaga bencana. “Sekarang masih masa peralihan menuju musim hujan. Kami menunggu hasil rakor untuk menetapkan status siaga banjir, longsor, dan angin kencang,” jelasnya.
Ia menyebut, BPBD telah menyiagakan personel Pusdalops dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di lapangan untuk memantau dan menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem. "Kami targetkan nol insiden, sehingga semua sudah kami persiapkan matang seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
Analis Mitigasi Bencana BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi menjelaskan, pola kerawanan bencana di Bantul cukup beragam dan tergantung pada kondisi geografis wilayah seiring dengan munculnya potensi bencana hidrometeorologi.
Kawasan perkotaan di Kapanewon Bantul disebutnya cukup rawan banjir genangan, sementara daerah seperti Imogiri kerap terdampak luapan sungai saat curah hujan tinggi.
“Untuk longsor, wilayah timur seperti Dlingo masuk zona merah. Sementara kawasan Sewon juga sering tergenang karena drainase yang tidak mampu menampung air hujan lebat,” ujar Malichah.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah melakukan sosialisasi penggunaan early warning system (EWS) banjir dan longsor di sejumlah titik rawan. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga agar bisa bereaksi cepat tanpa panik saat alarm peringatan berbunyi.
“Kami rasa masyarakat sudah lebih sigap menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan selalu waspada dengan kondisi lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.