Belum Punya Gerai, KKMP di Kota Jogja Sudah Produksi Batik
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan menyusul potensi cuaca ekstrem selama musim hujan. Masyarakat diimbau waspada terhadap banjir, pohon tumbang, dan genangan air yang kerap terjadi di wilayah ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, mengungkapkan sejak Oktober 2025 intensitas hujan sudah terjadi setiap hari dengan variasi ringan hingga deras.
"Kami mengimbau kesiapsiagaan masyarakat tetap konsisten dipertahankan," tegasnya, dikutip dari laman Pemkot Jogja, Rabu (29/10/2025).
Langkah antisipasi yang dilakukan beberapa upaya preventif telah disiapkan:
BPBD telah memasang sistem peringatan dini berupa sirine yang akan aktif ketika:
Ketua Forum Tangguh Bencana Kota Jogja, Tri Handoko, menyatakan seluruh 169 kampung di Jogja telah membentuk KTB. Masing-masing dilengkapi 30 personel terlatih dengan peralatan komunikasi dan penyelamatan lengkap.
"Semua KTB sudah mendapatkan pelatihan dan simulasi penanganan bencana sesuai ancaman di masing-masing wilayah," jelas Handoko.
Pemkot Jogja sendiri akan menggelar Apel Siaga dan Deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana pada 30 Oktober 2025. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pentahelix sebagai bentuk komitmen kolektif dalam pengurangan risiko bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.